Sesudah pulang dari kampus, Olivia lebih memilih berdiam diri di kamar. Biasanya srtiap hari wanita itu akan mengunjungi adiknya. Akan tetapi, Olivia tak melakukannya. Sudah dua hari ini dia mendiamkan adiknya sendiri. Olivia terlampau kecewa dengan sang adik. Olivia tak pernah menyangka kata-kata adiknya membuat hatinya terluka. Di rumah yang lain, Aurelie tengah duduk di dekat jendela. Ia memperhatikan bunga-bunga yang sudah bermekaran seutuhnya. Meski sudah melihat bunga-bunga, akan tetapi, tak membuat suasana hati Aurelie membaik. Pikirannya tertuju pada satu nama, yaitu kakaknya sendiri, Olivia. Sudah dua hari kakaknya itu tak mengunjunginya. Aurelie begitu kesepian. Seolah ada bagian dari hidup dan dirinya yang hilang. Kenangan bersama sang kakak berputar di kepalanya. Olivia yang berlari sembari hujan-hujanan untuk membeli obat untuknya, Olivia yang hanya membeli satu makanan untuk Aurelie saja. Tak terasa, air mata menitik dari mata Aurelie. "Kau merindukan kakakmu?" Tan
Mehr lesen