"Gak ada clue lain?" tanya Andrea ketus. Dia juga menyesap minumannya sendiri. Kyrran memasukkan ponselnya ke dalam saku. "Gak ada.""Kamu sama aja bikin aku mikir berkali-kali," sambung gadis itu menggerutu. "Itu urusanmu," ucap Kyrran, seolah tidak peduli. Dia menyimpan gelas minumannya di meja kecil samping bangku. "Ya, ya," dengus Andrea, meletakkan gelas minumannya juga di lantai. Lalu tanpa aba-aba, gadis itu merasakan beban hangat jatuh di pahanya. Andrea spontan membeku kaget. Bagaimana tidak? Ternyata Kyrran merebahkan kepalanya di atas paha Andrea. Gadis itu menurunkan pandangan pelan, menatap Kyrran yang sudah memejamkan mata. "Kamu ngapain?" celetuk Andrea. Nadanya terdengar gugup. "Jadi bantalku sebentar, kepala aku pusing," sahut Kyrran. Suara dalam cowok itu sedikit serak. Andrea tidak berkomentar lagi, ia justru melirik panik sekitar, memastikan rooftop benar-benar koso
Baca selengkapnya