Home / Young Adult / Jerat Ketos Galak / Bab 121. Berdansa dengan Kyrran

Share

Bab 121. Berdansa dengan Kyrran

Author: Sweety
last update publish date: 2026-05-24 08:00:07

"Would you dance with me?" suara Kyrran begitu dalam.

Andrea mengangkat pandangannya pada iris hitam Kyrran yang begitu dekat. Sesuatu di kilat mata cowok itu seolah membelenggu sekujur tubuhnya.

Andrea tidak tahu apa, tapi seluruh sarafnya terasa kesemutan.

Gadis itu akhirnya menelan saliva pelan untuk mengontrol debar jantungnya. Namun, merasa tidak ada efek, Andrea kemudian menyapu sekitar.

Siswa-siswi dari sekolah mereka sudah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (8)
goodnovel comment avatar
Delisa
Ihhhhh seru torrr
goodnovel comment avatar
Uing
uhuyyyy kesenengan tuh
goodnovel comment avatar
Rahcelle Chuu
bisa dance jg mereka wkwkw
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 20

    "Kenapa kamu pakai masker?" tanya dosen di depan kelas.Beberapa mahasiswa ikut melihat ke arah mereka. Andrea tampak menahan napas. Sementara itu, Kyrran tetap santai lalu batuk pelan."Ehem, maaf, saya sedang flu, Pak," kilah cowok itu. Andrea menoleh tak menyangka.Kyrran melanjutkan dengan memasang tatapan polos di balik maskernya. "Tapi saya tetap mau mengikuti kelas Bapak.""Baiklah," ujar sang dosen. "Kalau merasa tidak enak badan, jangan dipaksa.""Baik, Pak," kata Kyrran dengan suara yang dibuat-buat lemah.Dosen tersebut mengangguk lalu kembali melanjutkan absensi.Begitu perhatian dosen beralih ke mahasiswa lain, Kyrran perlahan memiringkan kepalanya ke arah Andrea."Bagaimana aktingku?" tanya Kyrran, berbisik.Andrea memutar bola matanya malas. Ia tidak menjawab dan kembali menatap layar laptopnya.Sementara itu, Kyrran hanya tersenyum kecil. Beberapa detik kemudian, tangannya bergerak mendekati tangan Andrea yang berada di sisi laptop. Ia menggenggamnya sebentar.Andrea t

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 19

    Kyrran bangun terduduk dengan malas sembari mengusap luar ponselnya, mengangkat telepon Daisy."Ya, kenapa?" ujar cowok itu dingin."Gak kenapa-kenapa kok, Sayang. Cuma mau tahu kabar kamu aja di NY sana," ujar Daisy terdengar manis."Seperti biasa, sibuk," jawab Kyrran malas.Ada jeda beberapa saat sebelum Daisy melanjutkan ucapannya. "Oh iya, aku rencana mau ke NY, bertemu kamu. Apa kamu bisa jemput aku di bandara besok lusa?""Gak usah, aku lagi sibuk, harus berapa kali aku ulangi," sinis Kyrran."Tapi aku kangen sama kamu Kyrran," timpal Daisy."Sejak kamu selesai operasi, aku harus menahan diri sampai kamu kembali ke Grandchester."Suara Daisy mulai terdengar bergetar."Terus setelah kita bersama lagi, kita cuma sempat jalan bareng empat kali. Itu pun terakhir kali kita ketemu sudah sepuluh bulan lalu yang lalu."Kyrran menatap tajam, lurus ke depan. "Tapi aku gak merasakan hal yang sama dengan kamu, Daisy," ujar Kyrran tajam.Daisy mulai terisak di seberang sana. "Kenapa sih kam

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 18

    Sampai detik ini, Kyrran masih bingung kenapa Andrea—gadis yang ia temukan di pesta topeng tempo hari—mampu membuatnya tergila-gila seperti ini.Ia punya pacar dan selalu dikelilingi berbagai macam perempuan, namun tak satu pun yang mampu menggerakkan Kyrran untuk menyentuh apalagi berciuman.Tapi, Andrea… gadis cantik itu mampu menggetarkan hati Kyrran, membuat aliran darahnya berdesir hebat dan debar jantungnya terasa tak karuan.Dan yang pasti Kyrran selalu ingin memeluk dan menciumnya.Ia bahkan harus turun tangan menawarkan kesepakatan dengan ketua klub jurnalistik univ mereka agar membiarkan Andrea mewawancarai Kyrran.Dua hari setelah pesta topeng, Kyrran menemui Carol. Ia menyodorkan sebuah foto pada perempuan itu."Kalau kau gak mau itu tersebar, berikan Andrea Ilsa Beaumont tugas untuk mewawancaraiku," ujar Kyrran dingin menusuk.Carol yang tak mau rahasianya terbongkar menyetujui penawaran Kyrran dan di sinila

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 17

    Andrea menarik pergelangannya lepas dari genggaman tangan Kyrran. "Nanti ada yang lihat, jangan pegang-pegang," ketus Andrea. Kyrran mengangkat sudut bibirnya tipis, lalu beranjak dari tempat duduknya dan mendekat ke hadapan Andrea sembari menundukkan wajah ke gadis itu. "Kamu makin galak, malah tambah cantik." Andrea menarik napas panjang sebelum mengalihkan pandangannya ke lapangan yang kosong. Sadar atau tidak, wajahnya kini dipenuhi semburat merah seolah seluruh bagian pipinya disapu blush on terang. Kyrran kemudian mendekatkan bibirnya telinga Andrea. Gadis itu bisa merasakan hangat napas dari celah bibir Kyrran menyapu daun telinganya yang sensitif. Andrea meremas sisi rok gaun merah marunnya, berusaha mengendalikan perasaannya yang kini campur aduk. Kesal, rindu yang tak mau diakui dan deg-degan menjadi satu. Debar jantungnya terasa ingin mendobrak dadanya. Sebelum ia menoleh pada wajah Kyrran, cowok itu lebih dulu berbisik. "Tunggu aku di belakang tribun lapangan utama. A

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 16

    Sepanjang perkuliahan hari itu, Andrea nyaris tidak menyerap apa pun yang dijelaskan dosen. Padahal biasanya ia termasuk mahasiswi yang rajin mencatat. Namun, meski laptopnya terbuka dan slide presentasi terpampang di layar depan, pikirannya terus berputar pada percakapannya dengan Kyrran. Andrea lalu menghela napas pelan. Cowok itu ada saja gebrakannya membuat Andrea berpikir keras. Setelah kelas berakhir, Andrea ikut keluar bersama mahasiswa yang mulai berhamburan melewati pintu kelas. Saat langkah sepatunya menyusuri koridor, ponselnya bergetar. Ia mengangkat layarnya dan seketika menyetop langkah begitu matanya matanya menangkap nama pengirim pesan. Jantung Andrea berdetak lebih cepat dan terasa keras menggedor dadanya. Bagaimana tidak? Nama yang muncul di layar ponselnya itu merupakan kontak favoritnya dulu. My Baby Ran. Andrea membeku. Untuk sesaat ia hanya menatap layar ponselnya. Bahkan setelah lebih dari setahun berlalu, ia rupanya belum pernah mengganti nama k

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 15

    Andrea merebahkan tubuhnya di kasur dengan lemas. Lampu kamar sudah dimatikan. Hanya lampu belajar di sudut ruangan yang masih menyala redup. Di kasur seberang, Cassandra sudah tidur lebih dulu.Andrea kemudian menatap langit-langit kamar dengan kebingungan yang melanda pikirannya.Gadis itu mengerjap lelah. "Aku harus bagaimana sekarang?" gumamnya pelan."Aku butuh wawancara itu dengan dia…""Apa aku harus terima saja syarat dari Kyrran?""Ciuman dengan dia lagi?"Andrea memejamkan mata, lalu menutup wajahnya dengan bantal."Kyrran nyebelin!"Ia meracau sendiri sembari berguling ke kanan lalu ke kiri.Beberapa menit kemudian, Andrea mendadak bangkit duduk."Ah!" Ia menatap lurus ke depan."Terima saja, cuma ciuman kok. Aku pernah ciuman sama dia dan dia juga pasti anggap ciuman itu sudah biasa. Mungkin karena lagi jauh dari pacarnya makanya mau cari pelampiasan."Andrea menghela napas. "Ya, terima saja kesepakatannya."***Keesokan harinya, Andrea berdiri di depan gedung Fakultas Ked

  • Jerat Ketos Galak   Bab 132. Menenangkan Andrea

    "Gak punya bukti, kan?" sahut Kyrran lagi. Tatapannya semakin menyeramkan. Cowok itu kemudian mempertegas. "Asal kalian tau, aku yang ada di lab bersama Andrea malam tadi."Andrea mendongak, memperhatikan Kyrran yang masih memeluknya erat. Tak pernah ia sangka akan dibela oleh

  • Jerat Ketos Galak   Bab 104. Just Kiss Me, Andrea

    Pandangan Andrea terangkat, tatapan tajam Kyrran menyambutnya. Rahang cowok itu mengeras dan bola matanya berkilat penuh amarah, seperti mengobarkan api. Andrea sendiri tidak tahu apa penyebabnya. Sejak menggendongnya tadi, Kyrran memang sudah tampak kesal. Jemari gadis itu me

  • Jerat Ketos Galak   Bab 5. Ancaman

    Setelah kelas selesai, satu per satu siswa keluar dari kelas. Biasanya, Andrea juara satu siswa yang meninggalkan kelas paling cepat. Tapi, kali ini gadis itu menahan diri.Setelah melihat Kyrran beranjak dari kursi, gadis itu ikut bangkit dan langsung menghampiri cowok itu."Kyrran," kata Andrea.

  • Jerat Ketos Galak   Bab 4. Imbalan Tutup Mulut

    Apa kata Noela kalau melihat Andrea cuma pakai handuk dan berduaan dengan cowok di kamarnya. Andrea buru-buru mendorong Kyrran keluar dari kamar. Cowok tinggi itu sendiri tidak ada perlawanan, membiarkan punggungnya didesak pergi. Dia menggeser pintu balkon dan menarik tirai dengan sekali gerakan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status