"Kamu tidak bisa sembunyi, Andrea," sahut Kyrran lagi dengan suara beratnya yang dingin. Kedua tangan cowok itu kemudian terangkat membuka kepala maskot yang menghalangi wajah Andrea. "Siapa juga yang sembunyi dari kamu," ketus Andrea terengah-engah. Kyrran menahan tatapan ke arahnya dan Andrea jadi semakin sebal. "Kamu juga kenapa sih suka banget tiba-tiba narik, bikin kaget tau gak!?" gerutu Andrea sambil merebut kepala maskot itu dari tangan Kyrran. Gadis itu berbalik ingin keluar dari ruangan, tapi sebelum tangannya sempat menyentuh gagang pintu, Kyrran lebih dulu menahan pintu di samping kepala Andrea. Tubuh tinggi cowok itu kemudian mendesaknya pelan ke permukaan pintu hingga Andrea otomatis berhenti bergerak. Vibrasi jantungnya mulai tak beraturan. "Kamu bawahanku, Andrea, keputusanku mau menarikmu atau tidak, gak ada urusannya dengan kemauanmu," ucap Kyrran. Nadanya begitu rendah tapi penuh tekanan. "Dan jangan pergi ke mana-mana, aku masih mau kamu di sini," sambung Ky
Read more