"Eutanasia?" Tante Drassha menutup bibirnya syok. Om Adriell sendiri mengeras rahangnya dengan kilat mata yang tak menyangka. "Iya, Om, Tante, Kyrran pernah kepikiran melakukannya. Sejak masuk asrama yang dia hanya pikirkan menikmati sisa hidupnya, makanya dia juga sering membangkang," urai Darell dengan sorot mata pedih. Bulir-bulir bening mulai mengalir di pipi Tante Drassha. "Adriell… putra kita…" wanita itu elegan itu terisak. Om Adriell memejamkan mata sejenak sebelum merangkul istrinya yang rapuh. "Dari mana kamu menemukan dokumen itu, Darell?" "Di lemari kamar Kyrran di asrama, Om. Setelah mendengarkan penjelasan dokter Armand aku langsung menggeledah kamar Kyrran." Darell melanjutkan. "Tapi aku sudah menasihatinya Om, Tante. Setidaknya untuk sekarang… dia tidak terpikirkan untuk melanjutkan rencana itu." Darell menarik napas dan berbicara pelan. "Katanya dia mau sembuh dan batal dengan rencana eutanasia sejak bersama Andrea, Om, Tante." Setelah mengatakan hal itu, Om Ad
Baca selengkapnya