LOGINAndrea pelan-pelan memejamkan mata dan memberikan akses yang diminta oleh Kyrran. Gadis itu membuka bibirnya dan membiarkan hisapan Kyrran menguasai tiap bagian benda kenyal mungil merah muda itu.Tak ayal gadis itu membalas ciuman Kyrran dengan ritme yang sama. Tangannya melingkar di tengkuk Kyrran. Sesekali Andrea membenamkan jemari lentiknya di rambut hitam legam Kyrran, mencengkeramnya kala cecapan di bibirnya begitu kuat."Hmmhh… empph..."Kyrran sendiri tidak berhenti melumat bibir gadisnya itu, wajahnya sampai miring kiri kanan bergantian. Hidung tinggi cowok itu menempel erat di kulit wajah Andrea yang lembut dan hangat.Suara kecapan mereka yang memburu mendominasi setiap sudut kamar yang luas itu. Dengung pendingin ruangan bahkan kalah jelas oleh tarikan napas keduanya yang berat di sela ciuman yang kian lama makin brutal.Bagaimana tidak?Pertemuan kembali dengan Kyrran, selalu membuat Andrea menahan diri dan menyangka
"Jadi… kamu beneran gak pernah ngapa-ngapain sama dia?" tanya Kyrran. Suaranya yang berat terdengar parau dan rendah. Lalu sekali lagi Andrea menggeleng sambil menyentuh jemari panjang dan kokoh cowok itu di pipinya. "Enggak, Kyrran…" Selanjutnya, Andrea dan Kyrran saling menatap dalam diam. Bulir-bulir air masih mengalir di wajah keduanya, tetapi tak satu pun dari mereka yang berusaha menghapusnya. Andrea dan Kyrran hanya memandang satu sama lain, seolah takut sosok di hadapan mereka akan lenyap jika berkedip terlalu lama. Selama setahun belakangan, begitu banyak kesalahpahaman, jarak dan kehilangan membentang di antara mereka. Namun pada detik itu, semuanya terasa tidak penting, yang ada hanya mereka berdua. Potongan puzzle yang terasa hilang dari hidup Kyrran akhirnya kembali ke tempatnya. Cowok itu menatap wajah Andrea dengan mata yang memerah, memandangi cintanya. Sementara itu, Andrea akhirnya menyadari
"Iya dia yang bilang begitu," ungkap Kyrran tajam. Cowok itu kemudian mengeluarkan ponsel dan menunjukkan foto-foto yang diedit Daisy saat meyakinkan Kyrran kalau cewek itu pacarnya. Andrea memperhatikan foto-foto tersebut satu per satu. Itu harusnya foto-foto dirinya bersama Kyrran, tapi yang tampil malah wajah Daisy. Andrea mengulum bibir seraya menunduk untuk berpikir sejenak. Sampai sekarang ia masih percaya kalau Jasper yang mengungkapkan soal rahasianya ke kakeknya. Tapi, mendengar Daisy yang mengarang ke Kyrran—juga ingat bagaimana Daisy selalu tampil meniru Andrea—membuat Andrea akhirnya menyimpulkan kalau Daisy yang pasti membongkar rahasianya. Cewek itu hanya bermain halus. Bahkan Andrea dibuat percaya kalau Kyrran setelah hilang ingatan jatuh cinta pada Daisy dan mereka pacaran karena pertemuan manis yang tanpa disengaja. Tapi kenyataannya, Daisy yang mendatangi Kyrran dan mengatakan kalau dia pacar Kyrran. Andrea menganga tipis, mengeluarkan helaan tipis dari celah bibi
Andrea menggeleng, membuat embun di pelupuk matanya jatuh membasahi pipinya. "Enggak, Kyrran… aku gak selingkuh… aku—"Ucapan gadis itu terpotong lantaran Kyrran menyela. "Jadi sekarang kamu mengakui kalau kamu memang pacar aku?" desis Kyrran, cengkeramannya mengendur di pundak Andrea, lalu tangan cowok itu perlahan turun. Matanya yang memerah terkunci pada manik cokelat Andrea yang basah.Gadis itu mengulum bibirnya, menatap kilat kecewa di iris hitam Kyrran. Harusnya Andrea yang lebih kecewa karena cowok itu sudah tidur bersama Daisy dan bermain dengan banyak cewek di NY tempat Kyrran tinggal selama satu tahun lebih."Kamu tahu apa yang paling bikin aku sakit hati apa? Karena katanya kamu selingkuh saat tahu kalau aku punya penyakit dan gak bisa bertahan hidup sampai 20 tahun!"Deg.Andrea mengerutkan kening. Kenapa Kyrran bisa bilang begitu? Siapa yang mengatakan omong kosong itu?Andrea menarik napas pendek lalu mendongak tipis ke wajah cowok itu."Iya, kamu memang pacar aku… tapi
Andrea tidak boleh membiarkan Kyrran bertindak gegabah, maka dari itu ia mengangguk setuju untuk mengikuti Kyrran.Ia masuk ke dalam mobil hitam cowok itu, meski tak tahu ke mana Kyrran akan membawanya.Di dalam mobil, Kyrran tidak mengucapkan apa-apa, cowok itu fokus mengemudi dan laju mobilnya sangat kencang. Andrea hanya mencengkeram roknya.Ketika mobil memasuki sebuah gedung tinggi, barulah Andrea menoleh pada Kyrran dan mengeluarkan suara."Kita mau ke mana sebenarnya, Kyrran?" tanya Andrea.Kyrran tidak menjawab, alih-alih cowok itu memarkir mobilnya. Setelah mematikan mesin mobil, Kyrran keluar dari mobil, mengitari bagian depan ke pintu jok pengemudi. Lantas cowok itu membuka pintu mobil dengan sekali gerakan, lalu menarik Andrea keluar."Kyrran, jawab aku! Kita mau ke mana?""Ke apartku, Andrea," desis cowok itu, mencengkeram pergelangan Andrea kuat.Andrea menahan langkah dan berusaha menarik tangannya lepas. Namun seperti biasa, kekuatan Kyrran membuatnya tak bisa melawan.
"I-iya! Andrea membayarku, Kyrran!" seru Daisy. Suaranya makin bergetar. "Dia dari dulu selalu membayar aku. Pertama—waktu aku harus gantikan dia sekolah di Mirelle Girls Academy.Dia mau sekolah di Alveroz High School tapi kakeknya gak kasih izin, makanya dia bayar aku untuk pura-pura jadi di Mirelle. Dan kedua—ini… aku dibayar buat gantikan dia sebagai pacar kamu, Kyrran."Kyrran mencengkeram leher botol di tangannya dengan erat sampai urat-urat di kulitnya terlihat jelas."Kenapa dia bayar kamu untuk gantikan dia sebagai pacarku?" desis Kyrran. Tatapannya begitu tajam.Daisy pelan-pelan berdiri, mencengkeram sisi gaunnya, menatap Kyrran dengan sorot serius. "Karena dia selingkuh, Kyrran," ucap gadis itu penuh penekanan. "Dengan tunangannya yang sekarang, Jasper Ruthorford."Kyrran menjatuhkan botol di tangannya, tatapannya kosong lurus ke depan.Melihat cowok itu termakan kata-kata bohongnya, Daisy lanjut memprovokasi. Kalau dia tidak bisa mendapatkan Kyrran. Maka ia harus membuat
"Gak punya bukti, kan?" sahut Kyrran lagi. Tatapannya semakin menyeramkan. Cowok itu kemudian mempertegas. "Asal kalian tau, aku yang ada di lab bersama Andrea malam tadi."Andrea mendongak, memperhatikan Kyrran yang masih memeluknya erat. Tak pernah ia sangka akan dibela oleh
Setelah kelas selesai, satu per satu siswa keluar dari kelas. Biasanya, Andrea juara satu siswa yang meninggalkan kelas paling cepat. Tapi, kali ini gadis itu menahan diri.Setelah melihat Kyrran beranjak dari kursi, gadis itu ikut bangkit dan langsung menghampiri cowok itu."Kyrran," kata Andrea.
Apa kata Noela kalau melihat Andrea cuma pakai handuk dan berduaan dengan cowok di kamarnya. Andrea buru-buru mendorong Kyrran keluar dari kamar. Cowok tinggi itu sendiri tidak ada perlawanan, membiarkan punggungnya didesak pergi. Dia menggeser pintu balkon dan menarik tirai dengan sekali gerakan
Lampu taman mulai menyala satu per satu dan para siswa Alveroz High mulai kembali ke asrama masing-masing. Di kamar mandi sebuah unit kamar 207 lantai dua di asrama putri, Andrea berendam dalam bathtub. Air di bathtub bergerak pelan saat gadis itu bersandar, bahunya tenggelam setengah dan rambut h







