"Ya, you must be proud, Andrea," kata Regina, tersenyum lembut. Andrea ikut mengulas senyum. "Pacar aku juga salah satu korban penculikan anak itu, Kak. Mungkin Kakak kenal." "Sangat banyak anak yang diculik waktu itu, Andrea dan hanya sedikit dari kami yang saling mengenal, karena beberapa ada yang dikurung dan gak selamat." "Begitu ya, Kak." Regina menyesap minumannya, kemudian menatap Andrea penasaran. "Hm, tapi pacar kamu siapa, Andrea?" "Namanya Kyrran, Kak," jawab Andrea, lalu meraih gelasnya dan menghisap sedotan minumannya. Mendengar nama itu, Regina membeku, pegangan di cangkir putihnya mengendur lalu perlahan-lahan ia turunkan. "Bisa saya lihat fotonya?" tanya Regina. Andrea mengulum bibirnya sekilas, lalu mengangguk sambil mengeluarkan ponselnya dari tas dan berkutat sejenak dengan benda pipih itu. Setelah menemukan foto Kyrran, Andrea mendorong ponselnya ke depan Regina. "Itu, Kak, foto pacar saya." Melihat foto di layar ponsel Andrea membuat Regina terbelalak tip
Read More