Dua hari sebelum Kyrran berangkat ke Valkenburg, German.Setelah berminggu-minggu berada di rumah sakit, Kyrran akhirnya menghirup udara pagi dari kamarnya sendiri di kediaman Keluarga Yoseviano.Cowok itu menyunggingkan senyum yang berbeda dari biasanya ketika menikmati pagi. Ada lega yang bercampur haru di tarikan sudut bibirnya.Setelah sekian lama, masa depannya tidak hanya berisi hitungan waktu dan hasil pemeriksaan medis. Kini ada harapan yang nyata.Kyrran berdiri di depan lemari pakaiannya sambil memperhatikan pantulannya di cermin.Ia memilih kemeja dan blazer hitam, dipadukan dengan celana panjang berwarna senada. Tidak terlalu formal, tapi cukup rapi untuk kencan.Setelah mengenakannya, ia berdiri di depan cermin besar, merapikan kerah dan menyisir rambutnya ke belakang dengan jemari, lalu berhenti sejenak.Senyum kecil muncul di wajah putih segar cowok itu.Sudah lama sekali ia tidak merasa bersemang
Read more