تسجيل الدخولFestival Halloween Alveroz High akhirnya resmi dimulai. Begitu Mr. Nolan Sang Kepala Sekolah selesai memberikan sambutan singkat, sorak-sorai siswa langsung memenuhi lapangan utama.
Lampu-lampu dekorasi mulai menyala meski langit belum sepenuhnya gelap. Stan makanan berjejer di sepanjang area festival. Aroma popcorn, cokelat hangat, dan berbagai camilan manis bercampur di udara.Para guru pun ikut mengenakan kostum sederhana. Bahkan wakil kepala sekolah yang terkenal galak hBeberapa saat sebelumnya… Vanko, Derby, Davin, Jeremy dan Rasya berdiri di depan wahana Haunted House yang sudah dipenuhi antrean siswa. Lampu merah dan ungu berkedip-kedip di sekitar pintu masuk. Suara jeritan palsu dan efek suara menyeramkan sesekali terdengar dari dalam. Namun tidak satu pun dari mereka memperhatikannya karena Kyrran tak kunjung muncul. "Kok Kyrran gak nongol-nongol, ya?" tanya Vanko sambil melirik jam di ponselnya. Rasya yang berdiri di sebelahnya mengangkat bahu. "Padahal dia bales a minute di grup." Cowok berambut blonde itu menunjukkan layar ponselnya. Pesan terakhir Kyrran memang masih terpampang di sana. "Tapi itu lima belas menit yang lalu." Davin mengerutkan dahi. Di saat yang sama, Derby, Jeremy dan Vanko di sampingnya saling pandang. Lalu ekspresi mereka serempak menegang. "Shit," desis Vanko Rasya mengernyit. "Kenapa?" Vanko menghela napas kasar. "Guys, menyebar sekarang." Suaranya berubah serius. "Kyrran pasti kambuh," ucap Derby. "Sama kayak
Festival Halloween Alveroz High akhirnya resmi dimulai. Begitu Mr. Nolan Sang Kepala Sekolah selesai memberikan sambutan singkat, sorak-sorai siswa langsung memenuhi lapangan utama.Lampu-lampu dekorasi mulai menyala meski langit belum sepenuhnya gelap. Stan makanan berjejer di sepanjang area festival. Aroma popcorn, cokelat hangat, dan berbagai camilan manis bercampur di udara.Para guru pun ikut mengenakan kostum sederhana. Bahkan wakil kepala sekolah yang terkenal galak hari ini mengenakan jubah penyihir hitam yang membuat para siswa diam-diam memotretnya.Andrea berdiri sambil bertaut lengan dengan Kyrran di area depan lapangan.Gadis cantik itu mengenakan gaun berwarna biru malam yang mengalir lembut hingga mata kaki. Lengan gaunnya itu panjang dengan lapisan kain tipis transparan yang menjuntai lembut di pergelangan tangan. Rambut hitam panjang Andrea dibiarkan tergerai dengan beberapa helai dipilin ke belakang dan dihiasi aksesori bulan sab
Tangan besar Kyrran menangkup wajah Andrea dengan lembut. "Sayang… kamu kenapa?"Tentu Kyrran bingung kenapa tiba-tiba Andrea menangis. Siang tadi mereka masih bertukar pesan dengan mesra.Andrea kemudian membenamkan wajah di dada bidang Kyrran dan melingkarkan lengannya erat di punggung cowok itu."Maaf, Kyrran… Maafin aku…" ucap Andrea terisak.Kyrran bela memeluk Andrea, satu tangannya mengelus kepala Andrea. "Ada apa, Sayang? Kenapa kamu tiba-tiba jadi begini?""Kamu ketahuan kakek kamu kalau sekolah di sini?" tanya Kyrran lembut.Andrea menggeleng di dada bidang Kyrran yang kini basah oleh air matanya."Maaf karena gak tau apa-apa…" Andrea terisak lagi. "Maaf karena pernah tanya cita-cita kamu apa… maaf karena menuntut kamu untuk menyampaikan hal yang sulit kamu ungkapkan. Maaf… Maaf…" Andrea tersedu-sedu.Kyrran awalnya bingung dengan ucapan Andrea, namun saat gadis itu menyinggung soal cita-cita, Kyrran l
"Eutanasia…?" lirih Andrea.Awalnya ia mengira dirinya salah dengar dan salah menangkap maksud kalimat yang baru saja disampaikan Darell.Tetapi Darell benar-benar mengatakan kalau Kyrran sempat ingin melakukan eutanasia. Cowok yang dicintainya itu pernah sampai pada titik di mana ia ingin mengakhiri semuanya.Dada gadis itu langsung terasa sesak. Seolah ada tali tak terlihat yang mengikat jantungnya erat-erat.Kali ini ia mengerti kenapa saat awal mereka terlibat satu sama lain, Kyrran selalu mengatakan untuk tidak jatuh cinta dengannya. Ia juga sudah tahu makna dari kata-kata Kyrran saat mengatakan kalau cowok itu punya rahasia lain.Kyrran tahu umurnya tidak bertahan lama.Sementara itu Darell melanjutkan. "Aku juga gak tahu soal itu, Andrea. Sampai ketika Kyrran masuk rumah sakit waktu duel tinju dengan Maxwell, aku curiga ada yang tidak beres karena Kyrran ditangani serius waktu itu. Aku minta dokter Armand untuk jujur. Setelah itu aku ke kamarnya di asrama dan menemukan dokumen
"Ya, you must be proud, Andrea," kata Regina, tersenyum lembut. Andrea ikut mengulas senyum. "Pacar aku juga salah satu korban penculikan anak itu, Kak. Mungkin Kakak kenal." "Sangat banyak anak yang diculik waktu itu, Andrea dan hanya sedikit dari kami yang saling mengenal, karena beberapa ada yang dikurung dan gak selamat." "Begitu ya, Kak." Regina menyesap minumannya, kemudian menatap Andrea penasaran. "Hm, tapi pacar kamu siapa, Andrea?" "Namanya Kyrran, Kak," jawab Andrea, lalu meraih gelasnya dan menghisap sedotan minumannya. Mendengar nama itu, Regina membeku, pegangan di cangkir putihnya mengendur lalu perlahan-lahan ia turunkan. "Bisa saya lihat fotonya?" tanya Regina. Andrea mengulum bibirnya sekilas, lalu mengangguk sambil mengeluarkan ponselnya dari tas dan berkutat sejenak dengan benda pipih itu. Setelah menemukan foto Kyrran, Andrea mendorong ponselnya ke depan Regina. "Itu, Kak, foto pacar saya." Melihat foto di layar ponsel Andrea membuat Regina terbelalak tip
[Apa benar kamu putri dari Anastasia Shimano dan Ryuji Shimano?]Andrea menghela napas sebelum mengetik jawaban.[Ya. Saya putri mereka. Anda siapa?]Gadis itu melipat dan menggigit bibirnya bergantian sembari menunggu jawaban orang misterius itu.Sekitar lima menit kemudian, nomor tak dikenal itu memanggil. Andrea sempat ragu untuk menerimanya. Tapi karena menyangkut kedua orang tuanya, Andraea akhirnya mengusap ikon hijau untuk mengangkat telepon tersebut."Halo, Andrea." Suara lembut wanita di seberang sana menyapa Andrea.Gadis itu berkedip pelan. Bahkan orang itu tahu nama Andrea."Halo, ini dengan siapa ya sebenarnya?" tanya Andrea waspada."Terima kasih sebelumnya sudah mau membalas pesan dan mengangkat telepon saya. Maaf tidak memperkenalkan diri terlebih dulu."Wanita itu berdeham sebelum melanjutkan. "Nama saya Regina, saya adalah salah satu korban penculikan yang pernah diselamatkan orang tua
Apa kata Noela kalau melihat Andrea cuma pakai handuk dan berduaan dengan cowok di kamarnya. Andrea buru-buru mendorong Kyrran keluar dari kamar. Cowok tinggi itu sendiri tidak ada perlawanan, membiarkan punggungnya didesak pergi. Dia menggeser pintu balkon dan menarik tirai dengan sekali gerakan
Lampu taman mulai menyala satu per satu dan para siswa Alveroz High mulai kembali ke asrama masing-masing. Di kamar mandi sebuah unit kamar 207 lantai dua di asrama putri, Andrea berendam dalam bathtub. Air di bathtub bergerak pelan saat gadis itu bersandar, bahunya tenggelam setengah dan rambut h
Siapa yang tidak kenal dengan Kyrran Diandra Yoseviano. Selain sebagai Ketua OSIS, cowok itu merupakan siswa jenius yang selalu dipandang sebagai panutan sempurna. Dia selalu mendapatkan A di semua mata pelajaran. Wajah cowok itu tampan dengan garis rahang tegas dan hidung lurus yang memberi kesan
"Andrea Ilsa Shimano dari kelas 11-D, silakan ke ruangan dewan kedisiplinan sekarang juga."Suara pengumuman dari interkom sekolah menggema di setiap sudut Alveroz International High School.Percakapan siswa pada deretan meja panjang kafetaria langsung mereda. Hampir semua kepala menoleh bersamaan







