Andrea menjulurkan kotak itu kembali pada Prudence. "Kalau bukan permen, terus apa, Kak?" tanyanya penasaran.Prudence tersenyum misterius. "Barang pribadi, Andrea."Andrea semakin penasaran. "Barang pribadi apa maksudnya, Kak?"Prudence kemudian mengoleskan liptint di bibirnya. "Aku tanya kamu dulu…" gadis bermata biru itu melihat pantulan Andrea di cermin."Apa, Kak?" cicit gadis itu."Kamu memang sudah sejauh apa sama, Kyrran?" tanya Prudence.Andrea mengernyitkan dahi bingung. "Sudah satu tahun lebih, Kak."Prudence terkekeh kecil. "Bukan itu, Andrea. Maksud aku kamu sudah melakukan apa saja selama pacaran dengan Kyrran? Kayak ciuman, pegang tangan atau apa gitu."Andrea melipat bibirnya singkat sebelum menjawab. "Ciuman dan dia…" Andrea bingung mengatakannya, tapi tatapannya turun sebentar dan tampak Prudence langsung mengerti."Yup, aku mengerti maksud kamu. Jadi kamu belum pernah having sex sama dia?"Wajah Andrea memerah dengan pembahasan itu, lalu menggeleng. "Be-lum pernah,
Leer más