LOGINSiapa yang tidak tergoda dan terpincut dengan seorang Kyrran Diandra Yoseviano. Mahasiswa kedokteran, tampan, berprestasi dan tajir melintir. Hampir semua mahasiswi NY University mengaguminya. Di luar kampusnya, para perempuan selalu menunggu momen mendekatinya. Bahkan Daisy yang katanya pacar Kyrran tak berhenti menggodanya. Namun, tak satupun dari mereka yang membuat cowok itu berselera. Tapi gadis yang berdansa dengannya sekarang membuat Kyrran kehilangan kendali. Aroma alami dan parfum manis gadis itu memancing Kyrran menggosokkan hidungnya tipis-tipis di sepanjang leher jenjang gadis itu. Kyrran memejamkan mata, seolah mengabsen aroma menenangkan dan menyenangkan itu. Hatinya berdebar tak karuan, gadis ini membuatnya gila. Kyrran dengan cepat memutar tubuh gadis yang dijuluki Ratu Skandal itu hingga berhadapan dengannya. Kyrran menunduk, menatap lekuk bibir yang membuatnya semakin berdebar. Lalu, dengan cepat ia meraih tangan mungil gadis itu dan menariknya meninggalkan
Andrea mengedikkan bahu. "Kamu mau apa?" Kyrran membawa wajahnya kembali berhadapan dengan wajah Andrea. Ia terdiam sejenak, matanya tertuju pada mata gadis itu lalu turun ke bibirnya yang begitu cantik. "Aku mau…" Kyrran mendekatkan wajahnya hingga Andrea bisa merasakan napas hangat mereka bercampur. "…Berdansa denganmu," ujar cowok itu. Andrea mengulum tipis bibirnya kemudian menarik napas pendek melalui hidungnya sebelum mengembuskannya kembali. "Oke, lima belas menit," kata Andrea "It's on me. Deal or not?" timpal Kyrran, mengangkat sudut bibirnya tipis, membentuk seringai yang mendominasi. Andrea terpaku beberapa saat. Tak disangka Kyrran masih bisa mengeluarkan mode Ketos Iblis yang pernah cowok itu pakai untuk mengintimidasi Andrea. "Deal," jawab Andrea ketus. "Tapi malam ini bawa Ryu ke depanku." "Sure," sahut Kyrran. Cowok itu kemudian melepaskan rengkuhannya di pinggang Andrea. Namun, tangannya kini menggenggam tangan Andrea dan menariknya ke lantai dansa,
Di tengah pencariannya pada sosok gadis misterius tadi, Kyrran dihampiri oleh Ryu yang mengenakan topeng serigala hitam dengan garis perak tipis. "Akhirnya kau datang," kata Ryu menyodorkan sebuah gelas minuman. Kyrran menerimanya sambil terus mengedarkan pandangan. "Thanks." Cowok itu bersulang dengan Ryu, lalu meneguk minumannya cepat dan kembali menyapu sekitar. "Jadi kau benar-benar gak kasih tahu pacarmu kalau kau pindah ke sini?" tanya Ryu tiba-tiba. Kyrran menggeleng. "Hm. Kembaranku juga belum tahu." "Parah juga." Ryu terkekeh. "Ya udah, nanti juga—" Kalimat cowok bertopeng serigala itu terputus. Tatapannya mendadak tertuju ke satu arah. "Shit." Kyrran mengernyit. "Kenapa?" Ia mengikuti arah pandang Ryu. Di antara kerumunan tamu, seorang gadis bergaun merah marun sedang berjalan cepat ke arah mereka. Kyrran membeku sepintas. Itu gadis yang ia cari sejak tadi. Di saat yang sama, Ryu meringis. "Si Ratu Skandal." Kyrran tidak melepaskan pandangan dari gadis itu. "Jadi
Kyrran turun dari mobil begitu kendaraan merah marun itu berhenti di depan gedung pesta. Ia merapikan jas hitam yang dikenakannya sebelum mengambil sebuah topeng berwarna gelap. Topeng itu menutupi sebagian wajahnya, menyisakan sorot matanya yang tajam.Begitu memasuki area pesta, suasana riuh langsung menyambutnya. Lampu-lampu keemasan menggantung di sepanjang langit-langit, musik mengalun memenuhi aula dan para tamu berlalu-lalang dalam balutan pakaian formal dan topeng yang membuat wajah mereka sulit dikenali.Kyrran mengedarkan pandangan, mencari keberadaan Ryu.Namun, langkah cowok itu perlahan terhenti lantaran iris hitamnya menangkap sosok di tengah keramaian pesta. Seorang gadis bergaun merah marun yang membingkai siluet tubuhnya dengan anggun. Rambut hitam panjangnya jatuh lembut hingga punggung.Seketika sesuatu berdenyut di kepala Kyrran.Siluet itu… sangat mirip dengan sosok gadis yang selama ini muncul dalam mimpinya. Gadis yang wajahnya selalu tidak pernah berhasil ia li
Satu tahun lebih telah berlalu. Kyrran tidak lagi berkutat dengan rumah sakit dan obat-obatan. Ia sudah sembuh total dari penyakit langka mematikan yang dideritanya meski kehilangan ingatan total. Tubuhnya semakin tinggi dan tegap. Bahunya melebar, otot-ototnya terbentuk semakin menawan. Wajah tampannya yang dingin dan karismatik membuat namanya begitu dikenal di seluruh penjuru NY University, Amric. Hari-hari cowok itu dipenuhi berbagai kesibukan dan kesenangan. Kyrran menjalani kehidupan sebagai mahasiswa kedokteran sekaligus pemain basket kampus. Ia menghadiri latihan, mengejar prestasi akademik, berkumpul dengan teman-temannya, bepergian dan sesekali menikmati pesta seperti pemuda seusianya. Hidupnya tampak sempurna dari luar. Namun, setiap malam… ketika semua kesibukan itu berakhir dan ia kembali sendirian di kamarnya, perasaan aneh selalu muncul, mendera dadanya. Seolah ada satu bagian dari dirinya yang hilang—seperti puzzle yang belum lengkap, tetapi ia bahkan tidak tahu k
Setahun lebih telah berlalu sejak hari kelulusan. Kini, Andrea bukan lagi siswi berseragam marun yang sibuk menghadapi drama sekolah. Ia telah menjadi mahasiswi semester tiga di Universitas Haster, mengambil jurusan Jurnalistik—bidang yang sejak dulu ingin ia tekuni.Namun, ada satu hal yang tidak berubah. Seperti ketika SMA, Andrea kembali bergabung dengan klub jurnalistik kampus.Baginya, menulis berita, investigasi, mencari informasi, melakukan wawancara, dan memburu fakta adalah sesuatu yang selalu menarik perhatiannya.Sayangnya, kehidupan kuliah juga membawa perubahan besar lainnya. Semua anggota geng OTTD yang dulunya selalu bersama kini telah berpencar. Masing-masing mengejar jurusan, impian dan jalan hidup mereka sendiri.Hanya Cassandra yang masih satu kampus dengan Andrea.Cassandra mengambil jurusan Kimia dan tinggal di asrama kampus yang sama dengan Andrea. Keduanya bahkan kembali menjadi teman sekamar, bersama dua mahasiswi lainnya.Kehidupan mereka mungkin sudah berubah
Apa kata Noela kalau melihat Andrea cuma pakai handuk dan berduaan dengan cowok di kamarnya. Andrea buru-buru mendorong Kyrran keluar dari kamar. Cowok tinggi itu sendiri tidak ada perlawanan, membiarkan punggungnya didesak pergi. Dia menggeser pintu balkon dan menarik tirai dengan sekali gerakan
Lampu taman mulai menyala satu per satu dan para siswa Alveroz High mulai kembali ke asrama masing-masing. Di kamar mandi sebuah unit kamar 207 lantai dua di asrama putri, Andrea berendam dalam bathtub. Air di bathtub bergerak pelan saat gadis itu bersandar, bahunya tenggelam setengah dan rambut h
Siapa yang tidak kenal dengan Kyrran Diandra Yoseviano. Selain sebagai Ketua OSIS, cowok itu merupakan siswa jenius yang selalu dipandang sebagai panutan sempurna. Dia selalu mendapatkan A di semua mata pelajaran. Wajah cowok itu tampan dengan garis rahang tegas dan hidung lurus yang memberi kesan
"Andrea Ilsa Shimano dari kelas 11-D, silakan ke ruangan dewan kedisiplinan sekarang juga."Suara pengumuman dari interkom sekolah menggema di setiap sudut Alveroz International High School.Percakapan siswa pada deretan meja panjang kafetaria langsung mereda. Hampir semua kepala menoleh bersamaan







