Home / Young Adult / Jerat Ketos Galak / Bab 55. Apa Lagi Kali Ini?

Share

Bab 55. Apa Lagi Kali Ini?

Author: Sweety
last update publish date: 2026-04-23 08:00:04

Andrea buru-buru membalikkan badan, berniat kabur secepat mungkin dari ruangan ganti itu. Tetapi, pegangan tasnya diraih oleh Kyrran sehingga tubuh mungilnya tertarik ke belakang.

"Aww!" pekik Andrea dengan suaranya yang rendah.

Dia berbalik dan mendongakkan dagu dan menatap Kyrran. Keberaniannya mencuat karena menyadari kalau tidak perlu takut lagi pada Kyrran yang mau menyebar foto ciuman mereka, karena foto itu sudah terhapus.

Sudut bibir And
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Delisa
Asikkkk mau ngedateee beneran nih
goodnovel comment avatar
Fha
cieee first datee
goodnovel comment avatar
Rini Angriani
apa lg rencana kyran
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Jerat Ketos Galak   Bab 342. Pilihan Berat

    "Dari semua laki-laki yang ada di dunia ini, kenapa harus dia, Andrea?"Mendengar kalimat kakeknya itu membuat hati Andrea perih. Air matanya mengalir semakin deras membasahi pipinya."Karena dia yang aku mau, Kakek…" lirih Andrea. "Dan jangan salahkan Kyrran atas kepergian ibu dan ayah… Kyrran hanya korban kakek…"Andrea maju selangkah dengan pelan. "Kyrran bahkan punya penyakit langka yang mematikan karena penculikan itu, Kakek… Jadi jangan salah Kyrran…"Kakek Dedrick memejamkan mata keriputnya sebentar, lalu kembali menatap Andrea cucunya. "Kakek mungkin bisa memaafkan hal itu, tapi kakek tidak akan pernah lupa, Andrea… dan kakek tetap tidak bisa menerima kamu bersama Kyrran.""Jika sekadar berteman, mungkin Kakek tidak akan keberatan, tapi kamu sampai punya hubungan spesial yang lebih dari teman dengan dia…""Kakek—""Soal penyakit yang diderita Kyrran, Kakek tahu… Kakek sudah bicara dengan Drassha dan Adriell. Dan

  • Jerat Ketos Galak   Bab 341. Memohon

    "Saya akan membawa cucu saya kembali ke Mirelle Girls Academy, tempat seharusnya dia berada."Kalimat Kakek Dedrick membuat Andrea tersentak. Kepalanya terangkat dan matanya yang memerah, membelalak."Kakek, enggak…" Andrea menggeleng cepat. Tanpa pikir panjang, ia meraih lengan pria tua itu."Aku gak mau pindah sekolah, Kakek," ujar Andrea, suaranya bergetar. "Aku gak mau ke Mirelle, aku mau lulus dari Alveroz High.""Aku mau di sini, Kakek," isak Andrea.Kakek Dedrick menatap tangan Andrea yang mencengkeram lengannya. Namun ekspresinya tidak berubah. Tetap dingin dan tegas."Tolong, Kakek." Mata gadis itu semakin memerah. "Tolong dengarkan aku, aku mau lulus di sekolah ayah dan Ibu."Kakek Dedrick tidak menanggapi, alih-alih pria tua itu perlahan melepaskan genggaman Andrea. Gerakannya tidak kasar. Namun cukup untuk membuat hati gadis itu semakin tenggelam."Kita bicara nanti, segera kemas barang-barangmu.""Kakek—""Sudah cukup, Andrea." Kakek Dedrick berbalik meninggalkan ruangan.

  • Jerat Ketos Galak   Bab 340. Rahasia Terbongkar

    Tak terasa tiga hari telah berlalu sejak keberangkatan Kyrran ke Valkenburg, German. Awalnya Andrea mengira waktu akan berjalan lambat. Namun kenyataannya, hari-hari gadis itu tetap dipenuhi berbagai kesibukan. Pagi hari ia mengikuti kelas seperti biasa, mencatat materi, mengerjakan tugas dan sesekali menahan kantuk di kelas ketika guru menjelaskan terlalu panjang. Di sela-sela kegiatan itu, ponsel Andrea tak pernah jauh dari jangkauannya. Setiap kali ada kesempatan, ia akan membuka aplikasi pesan. Senyum kecil sering muncul di wajah Andrea saat membaca kabar dari Kyrran yang berada ribuan kilometer jauhnya. Ia juga tetap menjalankan tugasnya sebagai ketua klub jurnalistik. Sore hari, Andrea memimpin rapat mingguan klub. Membahas edisi majalah sekolah berikutnya, membagi tugas peliputan dan mengatur jadwal wawancara. Setelah rapat selesai, ia bahkan masih sempat nongkrong bersama para anggota gengnya di kafe dekat sekolah. Mereka mengobrol, bercanda dan saling mengejek seperti bias

  • Jerat Ketos Galak   Bab 339. See You

    Ini kali kedua Andrea berdiri di bandara untuk mengantar Kyrran pergi. Di balik kaca besar terminal, landasan terlihat diterangi lampu-lampu terang. Tidak jauh dari sana, jet yang akan membawa cowoknya telah disiapkan. Beberapa petugas tampak masih sibuk melakukan pemeriksaan terakhir.Andrea menatap jet itu cukup lama. Ada perasaan tidak nyaman yang perlahan memenuhi dadanya. Ya, Kyrran akan tinggal lama di Valkenburg karena operasi yang harus dijalani cowoknya itu.Andrea mengalihkan pandangan ketika Kyrran selesai berpamitan dengan Noela dan Derby. Cowok itu mendekat ke arahnya. Ia mengenakan jaket hitam dengan sebuah tas tersampir di bahunya.Begitu jarak mereka tinggal beberapa langkah, Andrea memeluknya erat. Kyrran sempat terdiam sebelum kedua tangannya membalas pelukan tersebut."Kali ini kamu pasti lebih lama, Baby Ran." Suara Andrea terdengar pelan di dada Kyrran.Cowok itu mengusap pucuk kepala Andrea perlahan. "Iya dan aku bakalan kangen banget sama kamu, Baby Rea.""Aku j

  • Jerat Ketos Galak   Bab 338. Noela Mengomel

    Andrea tersenyum kecil saat memperhatikan Kyrran yang tampak sibuk di depan kompor. Kaus abu-abu yang dikenakan cowoknya itu sedikit tergulung di lengan, memperlihatkan gerakannya yang cekatan saat menyiapkan sarapan.Andrea melangkah mendekat dan berdiri di samping Kyrran."Kamu gak bangunin aku buat bantuin kamu," protes gadis itu pelan.Kyrran menoleh sekilas lalu tersenyum tipis. "Gak perlu, Sayang. Kamu pasti kecapean.""Tapi aku kan bisa bantu."Belum sempat Andrea meraih piring di dekat wastafel, Kyrran menggeleng. Dengan gerakan cepat, cowok itu mengangkat Andrea, menggendongnya lalu mendudukkannya di kursi tinggi yang menghadap meja marmer dapur."Baby Ran!" Gadis itu terkesiap kecil.Kyrran berdiri di depannya. Kedua tangan cowok itu bertumpu di pinggiran kursi, mengurung paha Andrea, seolah memastikan gadis itu tidak turun lagi."Tunggu di sini," katanya sambil tersenyum. "Sudah hampir selesai kok."

  • Jerat Ketos Galak   Bab 337. Reka Ulang

    Jeritan tipis Andrea membuat Kyrran tersenyum. Cowok itu kemudian mengangkat pandangannya tanpa melepaskan bibirnya. Kyrran menatap pipi Andrea yang memerah sembari ia terus menyesap.Puas dengan keindahan kanan kiri itu, Kyrran menaikkan bibirnya menyusuri leher hingga pipi Andrea dengan sapuan dan kecupan-kecupan kecil yang membuat suara Andrea jauh lebih merdu.Selanjutnya, Kyrran meraup bibirnya kekasihnya, ia melumat dan menghisapnya dengan kuat. Wajahnya berputar ke kiri dan ke kanan."Rea… mhm… aku bakalan kangen banget sama kamu, Sayang," ucap Kyrran di depan ciumannya yang mendesak."Aku bakalan kangen sama kamu," balas Andrea dengan hisapan yang sama kuatnya.Beberapa lama kemudian, Kyrran melepaskan pagutan bibir mereka dan menatap Andrea dalam-dalam."Mau coba sekarang?" tanya Kyrran dengan suara paraunya.Andrea mengangguk malu-malu sambil mengulum bibirnya. "Hmm…"Kyrran mengulas senyum tipis sebelum merogoh saku celananya. Ia mengeluarkan sebuah kotak kecil dan memperli

  • Jerat Ketos Galak   Bab 51. Mau Wawancara dengan Kyrran

    Setelah kegiatan di klub jurnalistik selesai, Andrea bergegas keluar, langkah sepatunya menyusuri koridor yang lengang. Dia harus menemui Kyrran demi keselamatan naskahnya malam ini. "Ada-ada saja," geram Andrea, berjalan cepat sambil menunduk, kedua ibu jarinya menari di layar. [Kamu di mana]

  • Jerat Ketos Galak   Bab 50. Sarkasme Kyrran dan Andrea

    "Kamu lebih mendalami soal teknologi sejak pindah ke sini, kan?" tanya Andrea. Gadis itu menusuk-nusuk pelan nasi mentega yang ada di foodtray. "Ya, kenapa, Andrea?" Derby menyendok sup krim jagung ke dalam mulutnya. "Kamu… bisa hack handphone orang lain gak?"Derby h

  • Jerat Ketos Galak   Bab 46. Menemani Kyrran Berenang

    "Gosh! Dia—" Andrea menggigit bibir bawahnya untuk menahan ucapan yang tak seharusnya diungkapkan. Tapi dalam benaknya, ia mendengar secara gamblang. Hot banget, ujarnya dalam hati sambil cengo menatap sosok cowok di sisi kolam dekat matras hitam dan alat latihan calisthenics. Tak lain

  • Jerat Ketos Galak   Bab 32. Would You Lend Me Your Lips?

    "Rea! Aku punya berita penting!" Teriakan heboh Noela membuat Andrea terkejut. Dia tidak mengenakan headphone dan pintu kamarnya memang terbuka lebar, sehingga suara melengking sahabatnya itu langsung menyerang pendengarannya. Andrea menoleh, iris kecokelatannya yang bening beralih dari layar l

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status