"Silakan kalau kamu mau menempelkan foto itu di mading, silakan kamu sebar semau kamu," kata Andrea lagi, suaranya pecah beriringan dengan tangisnya. "Aku gak peduli," gumamnya serak sambil mengusap air matanya dengan kasar. Gadis itu berbalik cepat, berniat pergi meninggalkan taman itu. Namun, belum sempat melangkah, tangan besar Kyrran menangkap lengannya. Refleks Andrea terkejut, mata basahnya menegang. "Kenapa lagi?" ujar gadis itu tajam, suaranya membentak dengan gemetar. Kyrran pindah ke hadapannya tanpa melepaskan lengan Andrea. Tatapan cowok itu kemudian turun ke siku Andrea. "Kamu terluka," sahut Kyrran, nadanya terdengar lembut kali ini. Andrea mengikuti arah pandang Kyrran dan detik itu juga dia sadar kalau kardigannya sobek di bagian siku, benang-benangnya keluar tidak rapi. Di bawahnya, kulit gadis itu lecet, garis merah tipis terlihat jelas. Sedikit darah masih merembes. Andrea
Read more