Ketika burung-burung berkicau di pagi hari, Shu Yi bangun dengan perasaan lebih baik. Setelah mewanti-wanti diri untuk menjauhi tuan Shi, dia turun dari kereta. Sarapan mereka cuma panekuk kering yang dipanaskan. Muka Haowen cemberut sepanjang makan. Kalau masih di xiangfu, sudah pasti semua orang dimaki-makinya. "Yi'er jangan terlalu lama terpapar udara. Luka di wajahmu belum kering."Shu Yi nyaris tersedak ludah sendiri. Sejak kapan orang tua ini peduli? "Baik, ayah." Selayaknya anak baik, dia bicara dengan manis. "Saya mengikuti saran anda."Kanselir dibesarkan dengan sistem patriarki kuat. Hal paling dibencinya adalah perempuan yang suka mendebat. Melihat Shu Yi begitu patuh, wajahnya jadi lebih ramah. "Kalau mau minum teh, ambil saja set porselen dari kereta ayah. Seorang gadis harus tahu menikmati hidup."Haowen mau protes tetapi tatapan kejam kanselir menghentikan mulutnya. Sepanjang mereka bicara, t
Leer más