Ketika lomba hampir mendekati akhir, Shu Yan dan Shu Yi turun ke arena melukis. Selain mereka ada empat nona muda lain yang ikut bergabung. "Kak, maaf sekali. Tapi aku harus mengalahkanmu." Shu Yan bicara dengan keyakinan tinggi untuk menjatuhkan mental Shu Yi. "Tahu sendiri, kan? Aku sudah belajar seni lukis dengan guru terkenal sejak umur enam tahun.""Kalau begitu, berterima kasihlah pada ibuku. Tanpa harta sesannya, ibumu tak akan mampu bayar guru."Kuas di tangan Shu Yan hampir patah. Kata-kata Shu Yi kejam tetapi ada benarnya. Seluruh xiangfu selama ini mengandalkan kelima toko nyonya Xie untuk hidup mewah. "Nona, jangan terganggu karena mulut nona sulung," bisik Chuyi. "Setelah hari ini, semua kemuliaan adalah milik anda."Benak Shu Yan dipenuhi bayangan kemenangan di lomba melukis. Ditambah dengan tarian Seribu kupu-kupu yang akan ditampilkannya nanti, namanya pasti jadi buah bibir.Setelah festival ini selesai, dia juga akan masuk istana Timur sebagai cefei. Hidupnya begi
더 보기