Ruang pribadi ini memang pantas jadi yang paling mewah. Ukurannya luas. Cukup untuk menampung dua puluh orang. Jendelanya menghadap sisi terbaik ibu kota. Selain dilengkapi alat musik dan empat harta berharga (kertas, kuas, tinta,dan batu tinta), semua perabotnya memanjakan mata. Bahkan lukisan bunga peoni Shangguan Yi ikut meramaikan suasana. "Pemilik restoran ini tajir melintir," bisik Yuling. "Ayahku bilang harga satu lukisan Shangguan Yi bisa sampai ribuan tael emas. Dan mereka meletakkannya begitu saja? Aku kehabisan kata-kata.""Kalau gitu jangan ngomong lagi," pungkas Shu Yi. Masih kesal dengan tindakan agresif Yuling. "Setiap kali nona Chen buka mulut, akan ada masalah besar."Sadar akan salahnya, Yuling pura-pura bersikap lembut, seperti kucing ketakutan. "Nona Zheng, tolong jangan marah. Aku juga tak punya pilihan. Maafkan aku, ya."Shu Yi buang muka. Enggan menghadapi sikap konyol Yuling lebih lama. Dia m
اقرأ المزيد