Berbekal surat keterangan lunas utang serta kontrak dagang sepuluh tahun, Shu Yi bersemangat mendatangi lembah Raja Obat. Tabib Li cemberut ketika melihat wajahnya muncul dari balik pintu. "Zheng yatou (gadis kecil), datang kemari buat apa? Paling mau minta sesuatu dari pria tua ini, kan?"Shu Yi mengabaikan pria tua tersebut dan berjalan menuju ke belakang, tepat dalam ceruk paling gelap di sisi bukit. Biarpun dibilang Teratai Salju, bentuknya lebih mirip bunga bakung. Ukurannya besar, hampir menyentuh tanah, tetapi daunnya kecil-kecil dan jarang. "Kakek tua, bukankah sudah waktunya membalas budi?" Pada dasarnya kakek Li orang pemarah. Shu Yi memperlakukannya seperti orang bodoh, dia nyaris pingsan."Yatou, jangan keterlaluan. Informasi yang kau kasih sudah ditukar dengan ginsengku yang berharga. Jadi orang harus tahu malu."Muka berasap tabib Li tidak bikin Shu Yi gentar. Pria tua ini kejam di mulut padah
اقرأ المزيد