Setelah kepergian Tang Li dan keluarganya, Shu Yi masih termangu-mangu. Sulit menerima bahwa orang yang selalu di puncak dunia, akhirnya tumbang mengenaskan. Belum lagi di akhir pertemuan, Tang Li sempat minta maaf. Kata yang tidak pernah didengarnya sampai akhir di kehidupan yang lalu. Hidup sungguh sukar dipahami. Saat Shu Yi berleha-leha merenungi kenyataan hidup, Jinli masuk dan menyerahkan sepucuk surat. "Wangfei, surat dari nona Shu Yan."Shu Yi benar-benar terkejut. Sangkanya Tang Li akan membawa Shu Yan ke daerah Selatan. Ternyata tidak. Surat yang dikirim Shu Yan berisi permohonan bertemu dengannya untuk terakhir kali. "Balas suratnya. Bilang aku akan datang."Sekitar tengah hari, Shu Yi berangkat ke istana. Atas pengaturan Tang Rui, seorang dayang istana menyambutnya di gerbang Selatan. "Wangfei niang-niang, silakan ikut hamba."Mereka menyusuri jalanan berbatu yang panjangnya
Read more