Sebuah tendangan telak mengenai rahang Huyan. Perihnya bukan main.Belum sempat dia pasang kuda-kuda, Tang Rui kembali menyerang bertubi-tubi. Sabetan pedang berhasil menggores kulit Huyan walau tubuhnya terlindung baju zirah. Karena kakinya sudah pincang, Huyan tidak bisa segesit dulu. Berani menyerang juga karena dapat informasi Tang Rui sekarat keracunan air. Tak punya jalan keluar, Huyan terpaksa melakukan hal memalukan. Menggelindingkan tubuhnya ke bawah sementara pasukannya kocar-kacir. "Aku sudah kasih kepalaku. Kenapa kau malah lari?" teriak Tang Rui. Biarpun kesal setengah mati, Huyan hanya bisa menelannya bulat-bulat. Yang paling penting sekarang adalah meloloskan diri. Di pertengahan jalan, salah satu jenderal Xiongnu segera menolongnya. "Wangye, kenapa tidak mengejar Huyan menjijikkan itu?" geram Xifeng. Mereka hanya bisa memandangi Huyan yang dipapah ke dalam tenda dari kejauhan. "Bagi orang seperti Huyan, hidup dalam rasa malu jauh lebih menyakitkan dari pada kem
Read more