“Apanya yang sekarang, sayang?” tanya Prana menggoda, sengaja menahan diri demi melihat Shanum yang sudah megap-megap menahan gejolak di bawah kungkungannya.“Jangan pura-pura gak tahu, Dok…” desah Shanum, kedua tangannya terulur mencengkeram kuat bahu suaminya, menuntut penyatuan yang sudah tertunda selama berbulan-bulan lamanya.Prana tak lagi berniat menguji kesabaran istrinya lebih lama.Dengan gerakan sigap yang terukur, pria itu menarik pinggang Shanum mendekat, menyatukan inti tubuh mereka dalam satu sentakan, yang langsung membuat Shanum mendongakkan kepala tinggi-tinggi.Erangan panjang lolos dari bibir Shanum, matanya terpejam erat menikmati sensasi penuh yang menghantam saraf-sarafnya seketika.“Mas… aku…” rintih Shanum lirih, jemarinya meremas seprai kasur putih di sampingnya hingga berkerut kencang.“Ssttt… nikmati saja, sayang,” bisik Prana tepat di dep
Read more