“Maaf ya, Pran,” ucap dokter Angga. “Ini benar-benar di luar kendali saya.”“Iya gak apa-apa, dok,” ucapa Prana bergerak mempersiapkan diri.Tepat saat Shanum dipindahkan ke ruang bersalin, seorang perawat masuk membawa kabar darurat. Anak Dokter Angga mengalami kecelakaan di jalan tol dan dilarikan ke IGD rumah sakit ini dalam kondisi kritis.Mendengar kabar itu, Dokter Angga terpaksa meninggalkan ruang bersalin.Sekarang Prana sudah berada di ujung ranjang, menggantikan posisi Dokter Angga dengan kedua tangan bersarung steril, ia menahan gugup yang mulai menguasai dirinya..Karena ini bukan sekadar pasien biasa, ini adalah Shanum, istrinya. Dan darah daging yang sedang berjuang keluar ke dunia adalah anak yang mereka nantikan.Tapi kecemasan itu harus ia kubur dalam-dalam. Sebagai dokter, ia dituntut tenang. Sebagai seorang suami, ia harus menjadi jangkar bagi istrinya.“Dengar suara aku, Shanum,” ulang Prana memberi ketenangan, meski getaran halus masih terselip di ujung kalimatnya
Leer más