“Pelan-pelan ya, Nak. Nanti Ayah yang ngomong sendiri sama Ibumu. Yang pasti, Ibumu itu sebenarnya sayang banget sama Prasha,” ucap Bobby menenangkan, tangannya terulur menepuk pundak Prana dengan pelan.Prana mengangguk kaku, meski rahangnya masih mengeras tipis mengingat perlakuan Ani barusan. Pria itu menoleh menatap istrinya sekilas, memberikan ruang bagi Shanum untuk mengambil keputusan terbaik bagi keluarganya.Bobby kembali menarik napas panjang, merapikan kerah kemejanya sebelum melanjutkan kalimat yang tertahan. Tatapannya beralih bergantian antara anak perempuan dan menantunya dengan ekspresi penuh harap.“Papa ada permintaan, boleh gak, Nak?” tanya Bobby hati-hati, memastikan nada suaranya terdengar sabar di hadapan Prana.Prana merapatkan dekapannya di pinggang sang istri, lalu mengangguk pelan.Bobby melirik ke arah lorong tangga atas tempat Ani menghilang tadi, sebelum kembali menatap Prana dan Shanum.“Prasha boleh ya nginep di sini malam ini?”Shanum terperanjat kecil
Read more