Alana membayangkan hukuman Julian akan berupa kemarahan yang meledak-ledak atau mungkin pengurungan di dalam kamar gelap tanpa jendela. Namun, pria itu jauh lebih licik. Julian tidak menggunakan kekerasan fisik; ia menggunakan dominasi psikologis yang jauh lebih melumpuhkan. Ia menyebutnya sebagai "integrasi," namun bagi Alana, ini adalah isolasi total dalam keramaian.Malam setelah insiden pelarian itu, Julian menyita segalanya. Koleksi buku desainnya, sketsa-sketsa yang mulai ia buat untuk mengusir bosan, bahkan akses ke perpustakaan mansion pun dilarang. Alana dibiarkan duduk di ruang tengah yang luas, tanpa televisi, tanpa musik, hanya ditemani oleh kesunyian yang mencekam selama berjam-jam sementara Julian mengawasinya dari kejauhan sambil bekerja.Puncaknya terjadi keesokan paginya. Julian membangunkannya pukul lima subuh, melemparkan sebuah setelan kerja high-end berwarna krem ke atas tempat tidur."Mulai hari ini, kau tidak akan sedetik pun lepas dari pandanganku, Alana," ucap
Last Updated : 2026-04-01 Read more