Pagi itu, udara Bora-Bora terasa begitu segar. Matahari baru saja naik, menyinari permukaan laguna dengan kilauan keemasan. Di teras vila, Amelia dan William duduk menikmati sarapan tropis. Diantaranya ada buah segar, roti lembut, jus nanas, dan kopi hangat.“Kalau kamu siap, setelah ini kita akan ke Matira Beach,” ujar William sambil menyesap kopinya. “Itu pantai publik terbesar di Bora-Bora. Pasirnya putih sekali, airnya jernih, dan ah, kamu akan mengerti kenapa tempat itu spesial begitu kita tiba.”Amelia tersenyum sambil memotong potongan pepaya di piringnya. “Sepertinya kamu selalu punya cara untuk membuatku penasaran, Sayang.”William hanya terkekeh. “Itu memang rencanaku.”Setelah sarapan, mereka berjalan ke dermaga pribadi vila, di mana sebuah perahu kecil sudah menunggu. Hanya butuh beberapa menit perjalanan melintasi perairan tenang sebelum keduanya mencapai Matira Beach. Dari kejauhan, Amelia bisa melihat garis pantai yang memanjang, pasir putih berkilau, dan air laut sebe
Read more