"Gue nggak pernah nyuci celana dalem. Baru, langsung pake, kotor buang.""Wah, emang dasar putra mahkota!" seru Freya sudah berhasil menata hati dan nafasnya, tangannya sibuk membuatkan Lucas kopi mint, seperti permintaannya."Harusnya kalo pakaian baru itu dicuci dulu Mas. Kita kan nggak tau pas pembuatannya udah kena tangan siapa aja," katanya sambil duduk di sisi Lucas, kembali menikmati hujan. "Iya juga sih," Lucas memicingkan sebelah matanya, "lo yang cuciin kalo gitu," ucapnya memiliki ide brilian. "Emang gue siapakah?" cibir Freya sedikit geli, tapi juga merasa menjadi istimewa. "Nanti gue upah, pengurangan utang secara signifikan," janji Lucas meyakinkan. "Cuma nyuci celana dalam doang kan?" tanya Freya mulai tertarik. "Emang mau sekalian isinya?" goda Lucas sambil menyeruput kopinya perlahan. Plak!! Tangan mungil Freya mendarat tepat di pundak Lucas. Meski tak sakit, Lucas mengerang. Sekarang, bukan wajah dingin dan angkuh yang menjadi reaksi Lucas, tapi raut gemas deng
Read more