แชร์

Bab 61. Semesra Sebelumnya

ผู้เขียน: Sayap Ikarus
last update วันที่เผยแพร่: 2026-04-30 22:32:10

Freya baru terbangun jam 10 malam dan hujan belum juga berhenti. Ia menggeliat nyaman di pangkuan Lucas enggan membuka mata. Lalu, saat tersadar aroma maskulin yang menusuk hidungnya, Freya terbangun seketika.

"Gue ketiduran!" seru Freya panik.

"Bukan ketiduran, emang sengaja tidur," ucap Lucas nampak meluruskan kakinya yang kesemutan. "Gue mau mandi, ada handuk bersih kan?" tanyanya.

Freya hanya mengangguk linglung, masih mengumpulkan nyawa. Diikutinya gerakan Lucas yang masuk begitu saja k
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 172. Apapun Maumu

    "Ke China juga, di sana ada taman bunga tulip terindah di dunia!" pinta Freya tamak. "Oke, ke Shanghai Flower Port?" tanya Lucas tersenyum penuh kharisma. Freya mengangguk-angguk mantap, "Ke Tonami tulip fair di Jepang juga!" tambahnya tak tahu diri. "Terserah mau ke mana juga, tinggal di sana kalo perlu," balas Lucas pengertian. "Boleh? Nanti di Jepang bisa sambil nikmatin hanami Mas? Ya, ya?" bujuk Freya. "Iya, boleh," Lucas mengangguk tanpa keberatan sama sekali. Senyum Freya makin lebar, ia adalah perempuan paling beruntung di dunia. Jika hanya untuk menikmati bunga, sebenarnya ia bisa saja datang ke Bandung. "Kita keliling Indonesia dulu aja Mas, banyak destinasi wisata indah lokal yang nggak kalah bagusnya dari luar negeri," ucap Freya setelah terdiam sebentar.Memikirkan jadwal kerja Lucas yang pasti padat, tentu ia tidak boleh serakah dengan meminta liburan yang banyak menyita waktu dan tenaga. Lagipula, keliling Indonesia adalah salah satu impiannya yang dulu mustahil

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 171. Mencintaimu Segalaku

    "Cause I love you dangerously," nyanyi Lucas mengikuti suara mp3 player yang diputarnya. "Kupercayain masa depanku sepenuhnya ke kamu," kata Freya pada akhirnya, mencipta senyum bahagia di wajah Lucas. "Pilihan yang tepat, Sugar!" puji Lucas lantas kembali melajukan mobilnya membelah jalanan. "Nenek kamu suka makanan apa Mas? Kita bisa mampir beliin dulu," ujar Freya sambil menata hatinya. "Nanti kukasih tau. Kita mampir sambil jalan. Nenek suka bunga yang paling penting. Dan ajak dia ngobrol soal fashion sama dunia entertain, kalian pasti nyambung.""Entertain?" dahi Freya berkerut ekstrem. Segaul apa nenek Lucas sampai hobinya begitu?"Nenek dulunya model Frey, beliau sangat suka dunia akting, apalagi macam drama musikal, pertunjukan monolog, gitu-gitulah," terang Lucas. "Aku paling nggak tau soal fashion," keluh Freya minder. "Nggak pa-pa. Nggak harus tau semua juga, Frey. Jadilah Freya yang apa adanya, yang dicintai dan disayangi Lucas Alexander Bhaskara, nggak perlu jadi or

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 170. Pulang Ke Rumah Besar

    Di hari lain ketika pulang kantor bersama, Lucas sengaja mengajak Freya mampir ke sebuah tempat. Suasana belum terlalu sore, jalanan masih cukup padat merayap karena memang ada di jam-jam pulang karyawan pabrik. "Kayaknya ini bukan jalan pulang ke rumah kan Mas?" tanya Freya curiga. Lucas mengangguk, "Emang kita nggak pulang dulu, mampir ke tempat lain sebentar," katanya. "Emang ke mana? Mampir makan? Biar aku masak aja. Lagian kan kamu bilang masih kenyang sisa makan di tempat ketemu sama klien tadi," ucap Freya mengingatkan. "Ke rumah," jawab Lucas singkat. "Tapi kok jalannya beda?" Freya tak langsung percaya. "Rumah Burhan sama Sarah Bhaskara," ucap Lucas santai. "Hah?" Freya langsung berubah panik. Ia mengitarkan pandangan gugup, ke rumah keluarga besar Bhaskara? Sekarang? "Kenapa salah tingkah gitu?" tanya Lucas yang melihat Freya nampak kelimpungan dan bingung. "Kamu jangan ngerjain aku ya Mas!" gemas Freya menatap dendam pada lelakinya. "Aku nggak niat ngerjain. Niatk

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 169. Si Tampan Menggemaskan

    "Nunggu Lucas, Frey?" tegur Nino menjadi orang yang terakhir keluar ruangannya. "Iya Mas, Mas Nino mau pulang?" tanya Freya ramah. "Iya. Besok pagi kudu standby sebelum Lucas kan. Saya duluan ya," pamit Nino melambai hangat, membiarkan dua pecinta yang bersatu dengan kontribusinya itu menikmati waktu berdua. Sepeninggal Nino, Freya mematikan komputernya. Ia menunggu Lucas sambil berkirim kabar dengan Dena mengenai Tamara. Beruntung sekali Freya memiliki Dena yang bisa ia andalkan di saat-saat mendesak seperti ini. Kata Dena, Tamara tidak banyak bertingkah, menurut pada Dena apapun yang diperintahnya. "Knock, knock!"Freya hampir menjerit kaget jika saja wajah Lucas tak muncul di depannya lebih cepat. Lelakinya itu tersenyum penuh cinta, menyambutnya. "Ngagetin!" sungut Freya kesal. "Serius amat baca WA-nya. Chat sama siapa sih?" gumam Lucas bernada cemburu. "Dena, nih!" Freya menunjukkan layar ponselnya pada Lucas. "Oh," Lucas nyengir, "ayok pulang," ajaknya langsung meraih je

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 168. Bunga Tuan Muda

    "Makan ya Sayang," ajak Freya telaten membukakan box nasi yang dibawanya untuk sang CEO. "Kenapa kerjaan nggak ada abisnya gini," keluh Lucas untuk pertama kalinya. Freya tersenyum maklum, dipeluknya kepala Lucas dengan lengan kirinya, "Makan dulu aku suapin, ya?" bujuknya. Lucas mengangguk pasrah. Tangannya aktif mengamati layar ponsel yang lagi-lagi memuat grafik aneh dan tidak Freya pahami. Saat suapan Freya datang, Lucas bahkan tidak mengalihkan pandangannya dari layar ponsel. Kesal, Freya langsung merebutnya sengit. "Makan ya makan Mas, kerja ya kerja!" omel Freya galak. "Oke, oke, Bu Bos. Laksanakan," ucap Lucas menurut. "Gitu dong, berasa ngasih tau anak kecil kan akunya," gemas Freya kembali memberi suapan pada lelakinya semulut penuh.Susah-payah Lucas menelan suapan Freya. Meski begitu, Freya masih bernafsu menyuapinya lagi. Otomatis Lucas menolak, sedikit menjauhi gadisnya. "Masih Frey, masih! Sabar! Kejam amat kayak ibu tiri!" protes Lucas memicu tawa renyah khas Fr

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 167. Tempat Paling Nyaman

    "Mau?" tawar Freya memberi suapan pada Lucas tapi langsung ditolak. "Kamu aja, belum makan kan?" ucap Lucas lembut. "Ah iya, kamu kan nggak suka yang manis-manis kecuali aku ya Mas," cengir Freya yang langsung dibalas Lucas dengan anggukan. "Boleh aku kerja dulu, Sugar?" ujar Lucas meminta izin. Giliran Freya yang menggeleng, dipereratnya pelukannya di leher Lucas. Dengan berani, ia duduk di pangkuan lelakinya, manja. "Asmara di ruang CEO," kekeh Freya geli. Lucas ikut tertawa, tapi kepalanya bergerak mengecup bibir gadisnya. Makin lama, mereka berpagut mesra, tak peduli jika tiba-tiba ada yang masuk ke dalam ruangan dan memergoki keduanya. "Aku ngebersihin sisa kue di sudut bibir kamu tuh," gumam Lucas saat melepas ciumannya. Freya menyeringai curiga, "Jadi niatnya ngasih kue biar bisa begini? Ada aja alasannya Mas Bos nih!" ujarnya lalu mengecup pipi Lucas dan beranjak dari pangkuan lelakinya. “Jelas! Jangan makan kue begini di depan orang lain!” larang Lucas protektif. Fr

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 108. My Husband CEO

    "Aku ke kantor siangan ya, ngeganti jam kerjaku yang udah banyak ilang," pinta Freya. "Oke, naik apa? Aku suruh sopir buat jemput?" tawar Lucas. "Enggak, aku pake bus aja. Kamu fokus kerja!" kata Freya lalu melambai lagi pada Lucas, mengantarnya pergi. Sepeninggal Lucas, Freya menemui Dena di se

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 106. Greatness As You

    Pupil mata Freya membesar, pemiliknya kemudian menunduk, menyembunyikan ekspresi kagetnya. Freya tak boleh cemburu atau marah terhadap cerita Lucas, toh sekarang Lucas ada bersamanya. Namun, siapa gerangan Nathalie Wijaya itu? Secantik apa wajahnya? Se-keren dan se-elegan apa dia?"Dia penerus satu

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 105. Level Yang Sama?

    Freya sudah siap membalas teriakan Lucas jika saja ponselnya tidak berdering. Ada nama Dena di layarnya. "Ya Den?" sapa Freya ceria. 'Lo nggak masuk kuliah lagi? Sakit atau ke mana sih lo?' tanya Dena di seberang. "Ah, gue sama si Kulkas," balas Freya. "Nitip absen ya," tambahnya merasa belum si

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 104. Slice of Life

    "Aku nggak akan nyentuh kamu," janji Lucas menyadarkan fantasi Freya. "Oke, nggak akan nyentuh!" kata Freya menunjuk pipi Lucas iseng. "Syarat kedua, nggak ada yang boleh tau kalo kita tinggal satu rumah!""Keberatan!" sambar Lucas tak mau kalah. "Kenapa nggak boleh tau?""Hey! Ini Indonesia Pak B

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status