Agus sama sekali tidak gubris dan terpancing karena melihat belahan dada Clara yang diumbar sengaja. Cengkeraman jemarinya malah mendarat telak di leher Clara, mengunci pergerakannya ke dinding."Jangan banyak gaya!" gertak Agus, matanya melotot penuh amarah sampai Bu RT kaget bukan main. "Di mana si Ben nyembunyiin Rosa? Jawab atau lehermu aku patahkan sekarang!"“Mas Agus, nyebut, awas mati anak orang.” Bu RT serba bingung.“Mas Agus, jangan dong,” Clara meringis, nyalinya menciut karena melihat tatapan iblis milik Agus. Belum sempat Clara merekayasa kebohongan, pintu depan terbuka lebar. Siska masuk membawa bungkusan nasi uduk, langsung melotot melihat pemandangan di depannya."Eh, cewek gatal ngapain pagi-pagi pakai baju dinas di sini?" semprot Siska, melemparkan bungkus sarapan ke meja.“Clara kerja sama Ben, nyulik Mbakmu! Bantu aku ikat dia!” Agus memberi perintah kepada Siska.“What the fuck? Mbak Rosa? Gila cewek ulet berani banget!”Tanpa perlu komando dua kali, Siska menya
Leer más