Pagi-pagi sekali dapur rumah gedong sudah riuh oleh denting sutil dan wajan. Sari tersenyum-senyum sendiri mengingat gempuran tanpa ampun dari Agus semalaman. Meski selangkangan dan pinggulnya masih terasa pegal linu, selesai mandi dia langsung melesat ke dapur dengan semangat membara.Aneka hidangan spesial sudah tersaji rapi di meja makan, ayam goreng serundeng, sambal terasi hangat, hingga sayur lodeh katuk kegemaran keluarga.Langkah kaki Rosa terdengar turun dari tangga sambil menggendong si Perkasa. Melihat itu, Sari cepat-cepat menyambut dengan wajah berbinar."Selamat pagi, Mbak Rosa! Sini, si Perkasa biar Sari yang pegang," sapa Sari ramah, langsung merengkuh si Perkasa ke dalam dekapannya."Pagi, Mbak Sari... Ya ampun, masakannya banyak banget," puji Rosa terharu melihat meja makan yang penuh hidangan lezat.Sari mengambil mangkuk kecil berisi bubur bayi, lalu menyuapi si Perkasa dengan telaten dan sabar. Jemari lentiknya begitu gesit mengusap sudut bibir si Perkasa yan
Read more