Karena gengsi setinggi langit, wanita licik itu berbalik badan, berniat melarikan diri dari Rosa yang kini menunjukkan kemenangan.Maya menggumam, “Sialan cucunguk ini, belagu banget dia sekarang. Engga sudi aku minta maaf!”Tapi sebelum dia berhasil kabur, Agus bergerak secepat kilat. Tangan kekarnya mencengkeram pergelangan tangan Maya."Mau ke mana, Bu? Main kabur aja setelah bikin gaduh.""Apaan sih, Gus! Jangan pegang-pegang, ih! Sana!" usir Maya, tapi suaraya tidak meninggi, dia sudah malu tidak mau tambah malu lagi. "Biar Ibu hidup tenang, lebih baik minta maaf lah sama kami sekarang," tekan Agus lagi. "Apa?! Edyan kamu! Heh, aku bisa aduin kamu ke suamiku! Tahu kan antek-antek si Bambang banyak?" tantang Maya.Bukannya takut, Agus malah tersenyum lebar penuh kemenangan, membuat Maya semakin merinding ngeri.Agus menarik tubuh Maya hingga wanita itu nyaris kehilangan keseimbangan, lalu membis
Last Updated : 2026-05-07 Read more