Maya yang tadinya angkuh mendadak pias. Bibir lebar yang dipoles lipstik merah menyala mirip cabai merah itu gemetaran, kehilangan kata-kata.“Kaget ya, Bu?” Agus menyengir tanpa dosa, menikmati kehancuran wibawa wanita sombong ini."Heh, Agus, jangan sembarangan kamu! Asal nuduh aja. Dasar mulut enggak pernah disekolahin!” bentak Maya, menggertak meski suaranya bergetar."Lho, Bu Maya marah? Lagian itu fakta kok. Pokoknya, saya bakal kasih tahu Pak Bambang kalau Bu Maya ada main sama preman itu. Gimana, Bu? Siap jadi gelandangan?" Agus kembali menyengir, kini lebih menyebalkan."Dasar kacung nggak tahu malu! Sudah aku kasih sepuluh juta enggak tahu terima kasih!" Kepalang malu, Maya memaki kasar. Matanya melotot mirip Mak Lampir..Tanpa tedeng aling-aling, Agus merogoh ponsel dari saku celana kargonya. Jarinya menari lincah di atas layar, membuka aplikasi m-banking."Nih, Bu... sudah saya transfer balik. Cek aja, enggak kurang apalagi lebih sepeser pun, rugi saya kalau kasih lebih ke
Last Updated : 2026-05-01 Read more