“Woy! Keluar lu pada! Ngapain di dalam? Dasar bangor, kagak ada tempat lain apa buat mesum!” teriak petugas keamanan itu dari balik jendela, suaranya menggelegar mengalahkan bunyi hujan.Agus yang sudah jantungan kini melongo.“Gusti... piye iki? Lagi enak-enak garap sawah malah ada traktor lewat,” umpat Agus, napasnya ngos-ngosan.“Ihhh, aku bukan sawah tauuu!” protes Siska, masih sempat-sempatnya tantrum di tengah situasi genting, mencubit kecil bahu Agus.Menggunakan telapak tangannya yang lebar, Agus langsung membekap mulut Siska. “Ssssttt! Diem dulu, Non!”Siska meronta, tanpa sengaja menjilat telapak tangan Agus sampai pemuda itu menarik tangannya karena refleks.“Ihhh, tangan kamu asin, Gus!”“Maaf, Non, namanya juga keringat. Omelannya tahan dulu, berabe kalau kita digerebek di sini. Bisa viral masuk akun gosip nanti!”“Orang lewat kali kayak tadi, Gus. Ayo lanjut, bentaran lagi ini tanggung!” Siska malah semakin menjadi, pinggulnya sengaja digoyangkan, memancing lagi rudal Ag
Last Updated : 2026-05-12 Read more