Agus mau terima telepon dari Rosa tapi sudah mati. Dia coba hubungi, nomor Rosa tidak aktif.“Waduh mode ngambek ini macan satu. Dahlah datengin aja.” Agus cepat mandi gunakan sabun paling wangi. Jangan sampai Rosa yang hamil itu cium bau badannya dan juga sisa keringat Dina. Bisa kacau dunia lalu lintas rudalnya ini.Agus selesai mandi, Dina juga mandi karena badannya lengket semua. Tidak lama mereka selesai dan sedang siap-siap."Mas Agus, kalau mau ketemu Mbak Rosa, dandannya beda banget ya? Wangi parfumnya aja nyengat banget," sindir Dina saat melihat Agus yang sudah rapi mengenakan setelan jas premium.Agus nyengir, merapikan kerah bajunya di depan cermin. "Tapi ganteng kan, Din?"Dina mengangguk pelan, tatapannya tidak bisa bohong. "Bikin orang nggak kuat," bisiknya. Akhirnya setelah mengantar Dina pulang, Agus memacu mobilnya membelah kabut malam menuju vila di pedalaman luar kota.Dini hari, kabut semakin pekat menyelimuti vila pedalaman. Begitu Agus memarkir mobil, Siska
Read More