Elara mematung. Ia teringat bagaimana mawar-mawar perak di taman tadi bereaksi pada suaranya, bukan pada keberadaan Joseph."Dunia akan memburunya jika mereka tahu apa yang dia miliki," lanjut Albert. "Termasuk Warcliff, Draven."Evan mengatupkan rahangnya. Ia menatap Elara dengan pandangan yang sulit diartikan. Ada keinginan untuk melindungi, namun ada juga rasa takut akan kenyataan yang baru saja ia dengar.Tiba-tiba, suasana di dalam pondok yang hangat itu berubah menjadi tegang. Suhu ruangan mendadak turun drastis. Lampu di ruangan itu perlahan meredup lalu berkedip.Joseph yang tadi terbaring diam, mendadak membuka matanya lebar-lebar. Matanya tidak lagi hitam, namun memancarkan kilatan merah yang sangat tajam dan berbahaya.Tanpa peringatan, Joseph melompat dari tempat tidur dengan kecepatan yang mustahil bagi orang yang baru saja terluka parah. Gerakannya secepat kilat, menerjang ke arah Evan."Joseph, berhenti!" teriak Elara dengan panik.Namun Joseph tidak mendengar. Tangan
Last Updated : 2026-05-06 Read more