Udara di sekitar mereka mulai bergetar kecil, menciptakan riak-riak kecil yang terlihat di bawah cahaya bulan. Joseph menyadari perubahan atmosfer itu dan segera menoleh ke arah Elara. "Sial," umpat Joseph lirih.Joseph meraih dagu Elara dengan gerakan mendadak, memaksanya untuk menatap langsung ke dalam matanya yang masih sedikit menghitam. "Dengar aku, Elara. Lihat aku saja," bisik Joseph dengan nada yang sangat mendesak.Elara gemetar hebat, air matanya jatuh membasahi jemari Joseph. "A-aku t-tidak b-bisa m-menahannya lagi, T-tuan. Panasnya terlalu besar di dalam sini," rintih Elara sambil memegang tenggorokannya yang berpendar dengan denyut yang teratur.Langkah kaki para pengejar kini hanya berjarak beberapa meter saja dari persembunyian mereka. Bayangan Isabella dan para prajuritnya mulai terlihat memanjang di sela-sela batang mawar perak yang berduri.Joseph mengatupkan rahangnya dengan sangat kuat, sebuah keputusan nekat muncul di benaknya dalam sekejap. "Maafkan aku," ucap
最後更新 : 2026-05-04 閱讀更多