Secara refleks Evalia bergerak hendak memeluk Aleksander. Namun gerakan mendadak itu membuat bahunya yang cedera menegang disertai nyeri tajam. Ia langsung membeku, lalu buru-buru menyembunyikan rasa sakit itu di balik senyuman, khawatir Aleksander akan berubah pikiran jika melihat kondisinya.Namun Aleksander tetaplah Aleksander. Tak ada hal sekecil apa pun yang luput dari perhatiannya.Meski begitu, Aleksander memilih tidak membongkar kebohongan kecil istrinya. Sebaliknya, ia menyunggingkan senyum tipis. "Kalau begitu, ayo lanjut jalan. Dengan kecepatan seperti ini, kita baru sampai ruang makan setelah makan malam selesai."Evalia ternganga pura-pura tersinggung. "Apa kamu sedang menghina kecepatan jalanku, Pak Batubara?""Nggak pernah," jawab Aleksander dengan wajah s
Leer más