Mulut Rafael menganga. Ia tampak terkejut mendengar perkataan ibunya. "Benarkah?""Benar," jawab Evalia sambil menyentuh ujung hidungnya dengan lembut.Rafael langsung berbalik menuju piano dengan semangat baru. "Kalau begitu, aku akan bermain lagi. Supaya Mami bisa sembuh sepenuhnya!" Ia menggeliat dalam pelukan Aleksander. "Dad, turunkan aku, please."Aleksander menurunkannya ke lantai lalu mengacak rambutnya. "Pergilah. Mainkan sesuatu untuk Oma dan Tante Estella. Mami perlu bicara denganku sebentar."Rafael menyipitkan mata dengan curiga, jelas tersinggung karena konsernya terganggu. Namun, begitu melihat senyum Evalia yang menyemangatinya, kekesalan itu langsung mereda. Ia berjalan kembali menuju bangku piano dengan langkah penuh kesungguhan, duduk tegak, lalu menga
Leer más