Dion melangkah masuk dengan kepercayaan diri yang berlebihan, lalu membungkuk sedikit. “Begitu Kakak Ratuku memanggil, tentu saja aku akan berlari ke sini secepat mungkin.”Evalia tertawa. Bahkan Jono tidak berhasil menyembunyikan senyumnya.“Nyonya, apakah Anda memerlukan sesuatu?” tanya Jono dengan sopan.“Nggak, Pak Jono. Aku cuma kangen mengobrol dengan pria ini,” jawab Evalia ringan. “Tolong jangan biarkan siapa pun mengganggu kami.”“Baik,” kata Jono sebelum menutup pintu dengan tenang.Begitu pintu tertutup, Evalia berbalik dan mendapati Dion sudah berdiri di depan mesin kopi. Lengan kemejanya digulung, sementara tangannya mengoperasikan mesin itu seolah-olah
Leer más