Riana mendengar Rossa memanggil Bima, dan tak lama kemudian, Bima berbicara dengan Riana di telepon.[Hai, Ma...] Sapa Bima. Namun kali ini suaranya tidak seceria biasanya.“Ada apa, sayang??” Tanya Riana dengan khawatir.[Tidak apa-apa, Ma... Aku hanya sangat merindukan Mama. Senang berada di sini, tetapi aku ingin pulang, kapan aku bisa pulang?]Kesedihan Bima membuat Riana sedih. Riana menginginkan putranya pulang lebih dari apa pun, tetapi keselamatan Bima adalah yang utama.Baru saja Riana hendak menjawab, tapi ia mendengar suara benturan di lantai bawah. Membuatnya terduduk di tempat tidurnya.“Bima, Mama mau ke bawah dulu sebentar, nanti Mama telepon kamu kembali,” Kata Riana dengan linglung.[Oke, Ma...]Bima menjawab lalu menutup telepon. Begitu Bima menutup telepon, Riana langsung menuju ke bawah. Ia ingin percaya bahwa itu bukan apa-apa. Mungkin hanya cangkir yang jatuh atau hal bodoh lainnya, tapi ia tidak bisa. Mengambil vas, Riana berjingkat menuruni tangga menuju tempa
آخر تحديث : 2026-05-16 اقرأ المزيد