Saat Eveline menoleh, ia menjumpai raut wajah Lim yang tampak kebingungan. Kepala pelayan itu tergopoh-gopoh menghampirinya seraya bertanya, “Tunggu—Nona Eveline mau ke mana ini?” Kedua sudut matanya yang berkerut tampak berair kala melihat koper yang ada di samping Eveline. “Pergi, Bu Lim,” jawab Eveline dengan tersenyum. “Kenapa, Non? Apa tidak sebaiknya Nona memikirkannya lagi? Karena kalau begini, artinya Nona membiarkan perempuan itu yang menang.” Lim meraih tangan Eveline, meminta dengan bersungguh-sungguh. Eveline membalas genggaman tangan wanita paruh baya itu, “Aku memang sudah kalah dari Sarah sejak awal, Bu Lim.” “Tapi, Non ….” Alih-alih melepas Eveline saat gadis itu hendak menjauh, Lim justru mencengkeramnya semakin erat. “Terima kasih Bu Lim sudah jadi yang paling baik selama aku di mansion ini,” ucap Eveline, mengusap bahu Lim yang keberatan dengan keputusannya. “Aku pergi dulu, Bu Lim. Sapa aku di manapun kita bertemu nanti.” Lim akhirnya melepas tangan Eveline
Terakhir Diperbarui : 2026-04-23 Baca selengkapnya