Eveline tercenung mendengar Rex. Meski kini bibirnya mengatup, di hatinya bising meraba, ‘Apa dia dan Sarah benar-benar renggang?’ Melihat dari semua yang dilakukan Rex untuknya, apa benar pria ini bisa dipercaya? Eveline menggeleng samar, menyadarkan dirinya sendiri. “Tidak,” tolaknya kemudian kembali berjalan, menuju ke kafetaria di mana rekan-rekannya sudah tiba di sana lebih dulu. Tempat itu tak sepenuhnya lengang meski hari beranjak sore. Justru, semakin banyak mahasiswa yang menyapa Eveline. Silih berganti sejak ia berdiri di depan vending machine dan membawa minumannya duduk. Ia tak mendapat kursi karena meja yang ditempati oleh Martha dan beberapa orang lainnya sudah penuh. “Wah, maaf, Eve,” ucap Martha. “Kamu tidak apa-apa duduk di situ dengan Pak Rexander?” “Iya, tidak apa-apa, Bu Martha,” jawabnya. Ia mengambil duduk di dekat jendela, berseberangan dengan Rex yang baru saja meletakkan minuman kemasan yang dibelinya, di hadapan Eveline. Eveline hampir tak ingin mema
Terakhir Diperbarui : 2026-05-06 Baca selengkapnya