Dalam hati, Eveline terus menggumam, ‘Apakah benar Rex tulus untuk semua yang dilakukannya itu?’ “Aku tidak tahu seberapa dalam Rexander menyakitimu,” kata Mrs. Elise. Senyumnya hangat dan keibuan. “Tapi setiap kesalahan berhak mendapatkan kesempatan kedua selama orang yang melakukan itu mau memperbaiki dirinya, dan berubah ke arah yang lebih baik. Aku tidak memaksa atau mendesakmu, Eve … hatimu lah yang tahu seberapa besar maafmu masih ada untuknya.” Eveline terdiam, ia menggigit bibir untuk menahan air mata meski itu akhirnya sia-sia. Maniknya basah mengingat semua hal yang telah terjadi di hidupnya yang lalu. “Kalau saya tidak mau memaafkannya bagaimana, Prof?” Mrs. Elise kembali tersenyum. Kali ini tangan beliau berpindah ke pipi Eveline, menyentuhnya dengan lembut. “Boleh saja,” jawabnya. “Kamu yang menjalani hidupmu selama ini, Eve … tapi—” Jedanya seperti sedang memberi Eveline waktu untuk berpikir. “Tapi jangan biarkan rasa sakit itu tinggal terlalu lama di dalam hatimu.”
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-05-15 อ่านเพิ่มเติม