“Nggak akan,” jawab Shelly refleks.Begitu kata-kata itu keluar dari mulutnya, dia sendiri tertegun oleh nada suaranya yang begitu yakin.“Benar juga. Mantan ibu mertuamu sangat menyukai Elora. Seberapa pun bodohnya Elora, posisinya tetap nggak akan tergoyahkan.”Saryna menyantap makanan sambil mengoceh dengan suara sedikit tidak jelas, “Lagipula, dia dan Jeffry tumbuh bersama sejak kecil. Sepertinya posisi Nyonya Muda Keluarga Anderson memang sudah pasti menjadi miliknya.”Sendok Shelly berhenti tepat di depan bibirnya.Dia melirik Saryna. “Bisa nggak kita makan tanpa membahas topik yang merusak suasana seperti ini?”Saryna langsung terdiam.Dalam hatinya membalas, ‘Kalau kamu merasa terganggu, itu berarti kamu masih memiliki perasaan pada Jeffry.’Saat semuanya benar-benar terasa datar seperti air yang tak beriak, barulah itu benar-benar berakhir.“Baik, baik. Makan saja. Nanti setelah selesai makan, kita ajak Nana jalan-jalan ke taman.”Shelly mengambil sepotong daging dan meletakka
Read more