Share

Bab 223

Author: Ratih Larasati
Wajah Shelly tetap tanpa ekspresi.

Entah masalah itu memang ulahnya atau bukan, setiap kali melihatnya, Melly selalu melontarkan beberapa kalimat sindiran.

Shelly sudah terbiasa.

Sikap Shelly yang sama sekali tidak terpengaruh oleh tatapan itu justru membuat Melly semakin kesal.

Namun dia tetap lebih dulu masuk ke ruang kantor dan kembali membahas Elora.

“Kamu meninggalkan Elora sendirian di luar negeri?”

Jeffry sudah duduk di depan meja kerjanya. “Dia masih ada urusan, jadi belum bisa kembali.”
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 434

    Shelly menghabiskan sekitar sepuluh menit untuk membuat semangkuk sup penawar mabuk sederhana.Dia membawanya keluar dan meletakkannya di depan Harrison.Uap hangat mengepul di antara mereka.Di luar rumah, melalui jendela dapur, Jeffry langsung melihat pemandangan di dalam.Dari sudut pandangnya, Shelly dan Harrison tampak duduk berdampingan di ruang tamu.Alis Jeffry langsung berkerut.Tatapannya menjadi semakin dalam.Dia mengeluarkan sebatang rokok dari saku, menyelipkannya di bibir, lalu menyalakannya.Padahal di dalam rumah .…Shelly dan Harrison sebenarnya duduk dengan jarak hampir dua meter.Shelly menoleh kepadanya.“Sekarang kamu bisa mulai bicara?”Harrison meniup pelan sup panas di mangkuknya sebelum berkata, “Pengurus panti asuhan kalian … sudah menghabiskan semua uang yang kamu dan Saryna berikan.”Harrison menghela napas dengan nada menyesal. “Dia berjudi. Kamu tahu?”Mata Shelly langsung membelalak. Wajahnya dipenuhi ketidakpercayaan.“Kamu … nggak salah? “Aku nggak mu

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 433

    Di dalam mobil … tangan Jeffry yang baru saja hendak melepaskan sabuk pengaman tiba-tiba berhenti.Tatapannya yang dalam tertuju pada Shelly yang membungkuk masuk ke dalam mobil.Tanpa sedikit pun keraguan … mobil Shelly langsung melaju pergi.Bibir Jeffry mengatup membentuk garis lurus.Rahangnya yang tegas tampak semakin kaku, sementara sorot matanya diselimuti kesuraman.Pandangannya terus mengikuti arah mobil Shelly hingga menghilang dari kejauhan.Di depan restoran … Diana juga baru saja keluar. Dia berdiri mematung, menatap mobil yang melaju semakin jauh.“Pergi. Minta rekaman CCTV dari pihak restoran,” perintahnya kepada sopir.Sopir itu segera berbalik untuk mengurusnya.Jantung Diana berdegup semakin cepat.Wajah cantik wanita tadi mengingatkannya pada dirinya sendiri saat masih muda.Walaupun dia merasa ucapan Bibi Yanti terlalu mustahil untuk dipercaya .…Entah kenapa, secercah harapan mulai tumbuh di dalam hatinya.“Nyonya Diana.”Diana menoleh. Seorang pria berdiri di bela

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 432

    Dibandingkan restoran yang dipilih Bibi Yanti tadi, restoran ini jauh lebih terjangkau.Mereka memilih duduk di dekat jendela, memesan beberapa hidangan sederhana, lalu kembali membahas kejadian barusan sambil menunggu makanan datang.“Bibi Yanti juga belum bilang siapa yang mengurus panti asuhan sekarang.”Tiba-tiba Saryna seperti teringat sesuatu. Dia segera mengeluarkan ponselnya.“Aku tanya Jessica saja.”Sebelum meninggalkan Tavira, mereka memang sudah membelikan Jessica sebuah ponsel.Saat tinggal di asrama sekolah, ponselnya disimpan oleh guru.Namun setiap akhir pekan ketika pulang ke panti asuhan, Jessica bisa menghubungi mereka kapan saja.Kebetulan hari itu adalah hari Sabtu, dan Jessica sedang libur.“Anak itu memang beda dari yang lain. Nggak ada yang melarang pun dia jarang pegang ponsel. Mungkin sekarang lagi belajar dan ponselnya disetel mode senyap. Sudah lama sekali masih belum balas pesanku.”Saryna menunggu cukup lama, tetapi tetap tidak mendapat balasan.“Telepon s

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 431

    Pelayan sudah berdiri di samping meja sambil menunggu mereka memesan. Namun Saryna terus saja membicarakan soal Keluarga Gunawan.Sebelum mengetahui apa sebenarnya yang terjadi, dia bahkan tidak sanggup makan.Shelly akhirnya menarik tangan Saryna untuk berdiri.Lalu dia berkata kepada pelayan dengan nada meminta maaf, “Maaf, kami mendadak ada urusan. Kami nggak jadi makan.”Saryna membiarkan dirinya ditarik keluar menuju mobil.Begitu masuk ke dalam mobil, dia langsung mulai menghubungi kenalan-kenalannya untuk mencari tahu tentang Keluarga Gunawan.Tidak jauh dari sana .…Di sebuah sudut yang tersembunyi, Bibi Yanti memperhatikan mobil Shelly dan Saryna pergi.Barulah dia menoleh kepada seorang wanita berusia sekitar empat puluhan yang berdiri di sampingnya.“Nyonya Diana … apa nyonya nggak merasa salah satu dari mereka sangat familiar?”“Apa sebenarnya maksudmu?” Diana Sulistiani menatapnya dengan tidak percaya. “Kenapa tiba-tiba membawaku melihat dua wanita itu?”Bibi Yanti langsun

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 430

    Shelly dan Saryna saling bertatapan. Keduanya sama-sama menangkap sesuatu dari tatapan satu sama lain.“Tahu.” Shelly menjawab dengan nada santai sambil menunduk dan memainkan ponselnya, seolah tidak terlalu peduli.Bibi Yanti sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan dan merendahkan suaranya. “Kalian sudah pernah berinteraksi dengan mereka?”Gerakan jari Shelly di layar ponsel langsung terhenti. Dia mengunci ponselnya, lalu menatap Bibi Yanti.“Kalau memang ada sesuatu, Bibi bisa langsung bilang saja.”“Kenapa bicara berputar-putar begitu?” Saryna akhirnya tidak bisa lagi menahan emosinya. “Memangnya kenapa? Bibi orang Keluarga Gunawan?”Bibi Yanti segera menggeleng. “Tentu saja bukan. Aku cuma mau ingatkan kalian untuk menjauhi orang-orang Keluarga Gunawan.”“Kenapa?” tanya Shelly singkat.“Nggak ada alasan. Memangnya aku akan mencelakakan kalian?”Wajah Bibi Yanti dipenuhi ekspresi seolah-olah dia benar-benar memikirkan kebaikan mereka. “Kalian berdua selalu begitu, dikasih tahu apa p

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 429

    Jeffry, “Kamu bertanya padaku?”Maxwell langsung terdiam.Sikap Keluarga Gunawan terhadap Shelly memang terlalu mencurigakan.Namun kalau memang ingin menyelidikinya, mereka tetap membutuhkan arah.Kalau tidak, mereka bahkan tidak tahu harus mulai dari mana.Jeffry berkata pelan, “Selidiki semua kemungkinan yang pernah kamu pikirkan.”Satu kalimat singkat itu berisi tugas yang luar biasa besar terhadap Maxwell.Maxwell berkali-kali ingin memohon belas kasihan, tapi pada akhirnya dia hanya menelan semua keluhannya. Sebab, dia tahu tidak ada gunanya mengatakannya.Meski dirinya harus bekerja sampai kelelahan, Jeffry tetap tidak akan peduli.Apa yang Jeffry inginkan hanyalah hasil.“Baik, Pak.”Terdengar ketukan di pintu kantor. Jeffry mengakhiri panggilan telepon, lalu berkata singkat, “Masuk.”Tania membuka pintu. Ekspresinya tampak sedikit panik.“Pak Jeffry, Bu Melly datang.”“Siapa?” Jeffry mengernyit dan menoleh.Tania mengulanginya, “Bu Melly.”Belum sempat kata-katanya selesai, Me

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 92

    “Baiklah.” Suara Harrison kembali santai. “Kali ini, aku benar-benar percaya padamu.”Shelly tertegun. “Maksudmu?”Harrison terkekeh ringan. “Maksudku, aku nggak akan membayarkan 4 miliar untuk penalti kontrakmu, tapi ….”Klik.Shelly langsung menutup telepon dan melempar ponselnya ke samping.Di wa

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 47

    Awalnya, Shelly masih mempertimbangkan apakah dia perlu meminta bantuan Harrison. Namun sekarang, dia tidak perlu berharap lagi, jalan itu telah tertutup.Pagi itu, Shelly tampak diliputi banyak pikiran. Wajahnya terlihat pucat dan tidak bersemangat.“Kak Shelly.”Tania memanfaatkan kesempatan saat

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 20

    “Pak, apakah Anda keluarga pasien?”Setelah suara bising mereda, suara perawat kecil terdengar jelas dari seberang telepon.“Pasien pingsan saat sedang infus di rumah sakit. Bisa datang sebentar?”Keluarga pasien?Jeffry langsung memposisikan Shelly sebagai “pasien”, tapi dia sendiri tidak bisa meng

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 19

    Hari itu, Elora benar-benar tidak ingin melihat wanita itu lagi, bahkan sedetik pun!Tidak lama kemudian, Jeffry keluar dari ruang istirahat sambil mengaitkan jam tangan abu-abu peraknya di pergelangan.“Kak Jeffry .…” panggil Elora dengan lembut.Dia dengan cepat mengembalikan ponsel ke tempat semu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status