"Tebak." Shelly menolak menjawab pertanyaannya secara langsung.Johan didera rasa jengkel yang memuncak. Yang dia inginkan adalah mengendalikan Shelly. Namun sejak awal, dia bahkan nggak pernah bisa memegang kendali, malahan justru terus disetir oleh wanita itu."Anakmu ... ada di tangan Jeffry, kan?" Agnes melangkah maju dari belakang, menatap lekat-lekat ke arah Shelly. "Atau lebih tepatnya, anak itu memang darah daging Jeffry, kan?"Shelly melangkah santai menuju sofa lalu duduk. Tubuh rampingnya tegak lurus, mengabaikan pasangan suami istri Keluarga Gunawan itu sepenuhnya.Johan dan Agnes saling melempar pandang, bertukar isyarat lewat mata."Mungkin kamu merasa kami memperlakukanmu kurang baik, tapi hubunganmu dengan Jeffry juga nggak lebih baik dari itu. Kalau kamu terpaksa harus memilih antara kami atau Jeffry, menurutku sebaiknya kamu pertimbangkannya dengan matang. Setidaknya, kami nggak akan memisahkanmu dari darah dagingmu sendiri."Agnes melangkah mendekat lalu ikut duduk d
Baca selengkapnya