Tanpa sadar, Shelly tertidur lagi.Saat terbangun, suasana di sekitarnya begitu hening. Rasanya mirip seperti momen ketika dia bangun dan mendapati Jeffry sudah menggendong Jery keluar kamar.Namun begitu menoleh ke samping, dia melihat Jery masih terlelap di sana.Shelly melirik jam, ternyata sudah lewat pukul 10.00. Dia langsung bangkit duduk dengan kaget, mengamati Jery dari dekat, lalu meletakkan jarinya di bawah hidung si kecil.Merasakan hembusan napas hangat putranya yang masih teratur, barulah dia bisa menghela napas lega.Kok belum bangun juga?Shelly meraih ponselnya dan mengirim pesan pada Kak Ratih, memintanya untuk naik ke lantai atas.Tidak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki mendekat. Kak Ratih mendorong pintu lalu melangkah masuk."Shelly, kamu sudah bangun? Tadi aku buat sarapan, tapi lihat kamu masih tidur nyenyak, jadi aku nggak langsung bawa naik ke atas."Di tangan Kak Ratih ada seporsi roti lapis dan segelas susu yang baru dihangatkan.Shelly menerimanya d
Read more