Mendengar permintaan itu, Josh tersenyum lebar. “Tentu saja!”Chris sebenarnya ingin sedikit memberi peringatan namun melihat Josh tak keberatan dan tampaknya tak ada hal yang perlu diwaspadai, Chris membiarkan pria dewasa di dekatnya itu berjongkok. Menyamakan tinggi tubuhnya dengan Josh. Lantas memberi Josh pelukan yang erat.Seolah ... mereka tak akan bertemu untuk sementara waktu.“Bersenang-senanglah di sekolah, Josh,” kata Daven sembari mengurai pelukannya. Padahal hatinya menjerit tak rela namun apa yang bisa ia lakukan?“Iya, Tuan Tampan!” Josh tertawa riang. “Kalau begitu, aku akan masuk ke dalam.” Ia menatap Daven lekat-lekat. “Sampai bertemu lagi, Tuan Daven.”Chris berdecak sebal. “Apa kau menganggapku tak ada, Josh?”Josh menjulurkan lidah. “Bye, Paman Chris. Sepulang sekolah nanti, kita bermain di Arcade lagi, ya.”“Kau tak takut di
Last Updated : 2026-05-10 Read more