Nareswari menyembunyikan tangannya dibelakang, jemarinya berputar-putar menari seperti mabuk. Pandangan matanya tak fokus, beralih ke banyak arah, tak berani melihat ke arah Sadewa. "Kenapa tangannya dilepas?"Tanya Sadewa netranya menjadi gelap seolah menyimpan sesuatu, rasa kecewa. Pupil di mata Nareswari membulat melihat raut wajah Sadewa yang bak kedalaman lautan, yang artinya tidak bisa dideskripsikan. Kenapa cara dia berbicara terdengar sangat manja. "Ka-karena kita sudah sampai untuk berbicara, Sadewa.""Ya?"Matanya memelas seperti anjing Doberman Pinscher. Hati Nareswari ciut. "... A-aku tadi ngejelasin,""Ung,"Kenapa dengannya sebenarnya, ahk aku harus mulai terbiasa dengan Sadewa yang mulai mengeluarkan banyak sifat tersembunyi nya. "Biar aku jelaskan, aku gak bermaksud menghindari mu, oke?""Hmmptt,"Sadewa memalingkan wajahnya nampak tidak percaya. "Hei, dasar kau ini,"Sadewa membuka salah satu matanya yang terkatup, dia bisa melihat wajah frustasi Nareswari, Sa
Read more