Keduanya mulai saling kecup, saling serang karena terbawa asap pemancing gairah dari liontin di leher Wandra.Ratna melangkah mendekat, tangannya meraih kerah kemeja Wandra, menariknya berdiri. Bibir mereka bertemu dalam ciuman ganas—lidah saling bertarung, gigitan ringan di bibir bawah membuat Wandra mengerang pelan."Bu Ratna... ini gila," desah Wandra di antara ciuman, tapi tangannya sudah merayap ke pinggang dosennya, menariknya lebih dekat.Ratna tidak menjawab; dia membalas dengan rakus, tangannya menyusuri dada Wandra yang bidang di balik kemeja, merasakan otot-otot muda yang tegang.Asap ungu itu melingkar di sekitar mereka, membuat ruangan terasa lebih panas, napas mereka bercampur dengan aroma manis yang memabukkan.Wandra mendorong Ratna ke dinding rak buku, bibirnya turun ke lehernya, menghisap kulit halus di sana, meninggalkan bekas merah kecil.Ratna mengerang, kepalanya terlempar ke belakang, tangannya meremas rambut Wandra. "Jangan berhenti... mahasiswa nakal," bisikny
Last Updated : 2026-04-28 Read more