“Anna... baru pulang?” Anna membuka pintu rumah April setelah sebelumnya sudah diberi kunci cadangan oleh April karena jadwal jaga Anna yang kadang kala harus membuatnya pulang di malam hari ataupun di pagi buta.“Iya, Kak. Kak April belum tidur?”April tersenyum, “Belum, nungguin kamu. Aku pikir kamu pulang cepat tadi.”“Maaf Kak aku nggak ngabarin. Tadi nggak sengaja ketemu sama teman, diajak ngafe sebentar.”April mengangguk, “Nggak apa-apa kok. Tadi Calvin ke sini.”“Hah? Calvin? Kok dia bisa ke sini? Dia tau aku di sini, Kak?” Anna sedikit panik.“Enggak, tadi dia ngambil resep aja yang dititipin Vino.”“Calvin sakit lagi, Kak?” kali ini Anna benar-benar panik.April menggidikkan bahu, “Entahlah, kayaknya sih obat anti depresan. Emang kamu dan dia lagi ribut?”Anna tergagap, “Ih.. Kak April, apa hubungannya coba sama aku?”“Kalian pacaran kan? Kok pacar sendiri depresi kamu nggak tau?” goda April.“A... aku...” Anna bingung menjawabnya, entah kata apa yang tepat mengungkapkan sta
Read more