“Itu bibir disengat tawon apa dihisap calon suami? Ganas banget ampe bengkak begitu.” Goda Feny ketika melihat Anna yang masuk ke dalam ruang istirahat perawat.Anna dengan panik langsung mengambil cermin kecil di tasnya dan mengarahkannya ke wajahnya. Feny tertawa terbahak melihat kepanikan Anna. Anna mengerucutkan bibirnya, dalam hati dia merutuki Calvin yang memang tidak henti-hentinya mencumbu dirinya. Untung saja dia sudah mewanti-wanti pria itu untuk tidak melakukannya di lehernya karena bisa dipastikan dia akan menjadi bulan-bulanan Feny dan teman-teman lainnya.“Ck.. aku masih menuntut penjelasan loh.” Ucap Anna sinis mencoba mengalihkan pembicaraan sambil membuat secangkir cappucino untuknya.Ya bukan hanya keluarga Calvin, keluarganya, Victor, dan Vika yang hadir dalam acara kemarin di sana, tapi juga Feny yang tiba-tiba muncul dengan senyum sumringah di hadapannya.Feny terkekeh sambil menyesap kopinya, “Iya, aku ngaku. Soal hasil lab itu memang udah direncanakan.”Anna men
Read more